Pengalaman Hamil di Inggris

Awal tahun 2018, Nyo baru tahu kalau hamil… Alhamdulillah, ini adalah kehamilan pertama di London, Inggris, sedangkan anak pertama di Enschede, Belanda. Di minggu ke-7 karena aktivitas yang lumayan padat, tiba-tiba keluar flek lumayan. Saat tahu itu, langsung menghubungi GP (dokter) dan segera di refer ke Early Pregnancy Unit. Sebenarnya untuk antenatal visit ke GP, baru setelah week 8 tapi karena ada masalah ini jadinya lebih cepat.

Di Early Pregnancy Unit, dilakukan ultrasound untuk melihat perkembangan Rahim serta janin. Alhamdulillah setelah dua kali ultrasound (di minggu ke-7 dan ke-10), semua normal dinyatakan oleh dokter. Flek ternyata hanya karena saat awal pembentukan menempelnya embrio di Rahim, yang normal biasa terjadi.

Nah, di Inggris ini ada beberapa step yang harus dilakukan saat kehamilan:

  1. Ke GP

Yang pertama-tama dilakukan saat tahu hamil yaitu lapor ke GP. Nah, biasanya akan dibuatkan antenatal visit pertama, mungkin di minggu ke-10. Hanya beberapa pertemuan antenatal di GP, yang tujuannya untuk memastikan kondisi bayi dan ibu sehat.

Untuk vitamin, sama seperti di Belanda, dokter hanya menyarankan konsumsi vitamin asam folat terutama untuk trimester awal karena penting untuk perkembangan otak janin. Tapi saya beli multi-vitamin pregnancy komplit, karena aktivitas cukup padat dan melelahkan selama hamil, setiap hari ngampus ngejar deadline, belum lagi antar jemput anak sekolah. Bisa berabe kalau kesehatan tidak dijaga.

2. Daftar RS

Untuk maternity unit, kami bisa self-referring ke RS yang dituju, asalkan masih dalam cakupan borough-nya. Kami ke Chelsea-Westminster Hospital karena merupakan RS yang paling dekat rumah. Konon, RS ini termasuk dalam deretan RS termahal di dunia loh. Alhamdulillah, karena dicover NHS jadinya tidak usah bayar se-penser pun untuk menggunakan fasilitas RS ini.

Pertemuan pertama di RS adalah pertemuan dengan tim bidan, yang memakan waktu cukup lama sekitar 1.5 jam. Selama itu, akan dilakukan cek kesehatan umum (darah dan urin) dan berbagai pertanyaan, mulai dari histori kesehatan sampai kondisi mental juga tentang kondisi keluarga. Di first visit kita diberikan buku berisi jadwal-jadwal cek-up kehamilan, info penting, juga aneka record kesehatan kita akan dicatat disana. Jadi, jangan takut lupa kapan saja harus cek-up karena sudah tercatat semua di buku kehamilan.

 

3. Know your midwife

Pertemuan dengan bidan di RS hanya pertemuan pertama, selebihnya dirujuk ke tim bidan lokal yang biasanya ada di health center. Untuk kami, ada di Emperor’s Gate surgery tim bidannya. Namun, karena setelah itu kami pindah rumah, saat setelah melahirkan tim bidan lokal pindah ke Parson’s Green Center.

Nah, setiap cek-up ke bidan, pasti sebelumnya harus selalu cek urin. Jadi, pastikan minum dulu (atau jangan kencing dulu) sebelum ke bidan. Biasanya di bidan hanya di cek kesehatan umum, konsultasi aneka keluhan, mendengar detak jantung bayi, dan diukur fundus perut apakah pertumbuhan janin sesuai dengan standard kriteria. Selain itu, ada 1-2x tes darah yang dilakukan di bidan, salah satunya untuk cek diabetes kehamilan yang mengharuskan kita untuk puasa gula darah dan meminum larutan gula sebelum cek darah.

 

4. Kartu Maternity exemption

Begitu tahu hamil, saat pertemuan antenatal ke GP, segera minta kartu Maternity Exemption ya… Sebab dengan kartu ini, selama hamil dan 1 tahun setelah melahirkan (due date) bisa GRATIS semua obat (selama dengan resep dokter) dan juga cek gigi (sebab disini dokter gigi tidak masuk ke dalam asuransi, jadi kesempatan nih dengan kartu ini cek gigi, hehe…). Tinggal isi form dan setelah disetujui oleh GP, tinggal menunggu jadi lalu kartu akan dikirimkan ke rumah by post.

 

5. Kelas antenatal

Di RS ditawarkan beberapa kelas antenatal, mulai dari yang benar-benar persiapan melahiran sampai 3 jam, kelas yoga hamil, kelas menyusui, sampai kelas untuk para bapaknya. Nyo cukup ikut kelas antenatal yang re-freshing, buat yang sudah pernah melahirkan tentunya, jadi hanya 2 jam saja. Kelas ini lumayan berguna bagi yang sudah lama tidak melahirkan (yah terakhir kan 5 tahun lalu). Selama kelas di ruang cinema RS, ingatan kita di re-fresh lagi bagaimana dulu saat kontraksi, cara menghadapi labour dengan tenang, sampai cara menangani newborn awal-awal lahiran.

 

6. Maternity tour

Nah, biasanya setelah antenatal class, dilanjutkan dengan maternity tour, atau bisa juga di booking secara terpisah. Sayang saat antenatal class, Nyo bawa si sulung, jadinya tidakbisa ikut maternity tour karena anak-anak tidak boleh ikut. Lalu, waktu mau booking lagi ternyata sudah full semua sampai jadwal lahiran. Yo wis, akhirnya tidak ikut maternity tour…

Kalau ikut maternity tour, kita diajak melihat ke unit persalinan nanti di RS. Jadi di RS tsb menawarkan 2 jenis kamar bersalin yang bisa dipilih oleh ibu: labour ward dan birth center. Labour ward adalah ruang bersalin yang umum seperti di RS, satu ruangan untuk ibu sendiri (maksimum 2 pendamping), ada alat monitor bayi/ibu, serta kasur recliner. Pada beberapa ruangan juga disediakan birth pool bagi yang ingin water birth. Sedangkan birth center merupakan ruang bersalin yang menunjang untuk persalinan normal dan alami. Di birth center tidak ada bermacam alat monitor, hanya ada bermacam alat (manual) pendukung persalinan normal, seperti birth ball, birth stool, birth pool, dan ruangan yang luas agar ibu bisa berjalan bebas selama kontraksi. Jika di labour ward bisa menggunakan aneka bius (epidural, gas & air, TENS, dsb) sedangkan di birth center tidak bisa epidural. Jika di labour ward bisa untuk ada tindakan induksi atau alat bantu persalinan, di birth center jika ada komplikasi harus pindah ke labour ward untuk induksi atau pun ceasarian, sebab minim alat yang tersedia. Enaknya kalau ada birth center dan labour ward di satu RS, mudah pindah untuk transfer ruang bersalin. Tapi, jika dalam satu RS hanya ada birth center saja, bisa berabe jika tiba-tiba komplikasi dan harus pindah labour ward yang ada di RS berbeda.

Untuk persalinan kemarin, Nyo pilih labour ward karena merasa lebih ‘aman’ saja. Lagipula di birth center juga sepertinya tidak terpakai alat-alat tersebut karena Nyo kalau sudah kontraksi ya gak sanggup apa-apa, tiduran saja, hehe… Sedangkan di birth center tidak ada reclining bed seperti di labour ward, ibu harus selalu aktif, cuman ada bed biasa yang datar dan itu juga disembunyikan selama masa kontraksi aktif.

Nah, baiknya jika memang ada slot untuk maternity tour, booking lah lebih awal agar bisa melihat dan menimbang mau pilih bersalin dimana. Juga, agar familiar dengan kondisi RS. Kalau saya, cukup tour lewat YouTube jadinya. Meski video di bawah juga sudah tidak updated 😀

 

7. Ultrasound

DI Inggris, sama seperti saat di Belanda dulu, USG hanya dilakukan 2 kali. Yang pertama, saat usia kehamilan 9-12 minggu untuk medeteksi kelainan gen (Down syndrome, dsb) dengan NTC (Nuchal ..) scan yang dikombinasikan dengan tes darah.  Lalu, yang kedua saat usia kehamilan 20 minggu untuk anatomical scan. Saat scan ini bisa lama karena di cek semua kelengkapan anatomi janin (tergantung posisi bayi juga apakah kooperatif atau tidak) dan bisa kita pilih apakah mau tahu jenis kelamin bayi (kalau mau surprise juga bisa bilang ke operator nya jangan di reveal gendernya). Jadi, intinya selama kehamilan hanya 2x USG, tidak seperti di Indo yang tiap kali datang ke dokter perasaan di USG =,=

usg2.jpg

Anatomical scan 20 week

Kalau di RS, setelah di USG, kita bisa beli berapa gambar lewat mesin. Di luar ruangan, setelah USG ada mesin untuk beli gambar USG kandungan kita. Tinggal scan barcode yang diberikan operator di mesin, lalu pilih mau berapa gambar yang dicetak. Satu gambar kalau tidak salah 5 pounds. Lalu, langsung bayar pakai card di mesin dan cetak deh. Lucu ya.. 🙂

8. Ultrasound tambahan

Namun, jika ingin USG tambahan bisa dilakukan secara privat (biaya tanggung sendiri). Nyo penasaran untuk USG 4D saat usia kehamilan trimester akhir. Akhirnya Nyo lakukan USG 4D saat 32 minggu, sama seperti saat si sulung dulu.

Baiknya USG 4D dilakukan di usia kehamilan 26-32 minggu karena lebih kecil dari itu belum terlalu jelas wajahnya dan setelah itu bayi terlalu besar untuk bisa ke capture semua wajahnya. Untung kemarin dapat promo dari sini, lumayan juga dapat video, gantungan kunci, magnet dan print 6 foto USG 4D. Juga, ada apps-nya sehingga kita bisa download semua di HP, jadi gampang kalau mau share.

Sayangnya si ade di perut malu-malu, sampai 2x diulang USG-nya dianya ngumpet terus dan nutupin mukanya dengan tangan atau kaki. Walah… Untuk di klinik kemarin, ditawarkan juga USG 4D yang HD, hasilnya lebih bagus dan terlihat rill seperti gambar di bawah, bagus yaa…

4D_HD

USG 4D yang HD, terlihat riil

IMG_4679

USG 4D yang non-HD.. si ade malu-malu aja