Reykjavik yang Unik

14 April 2018

Reykjavik, ibu kota Iceland mungkin terasa kecil dibandingkan ibu kota negara lain. Tapi kota ini menyimpan banyak keindahan yang kita bisa temukan dalam jarak dekat. Iya, rasanya kemana-mana dekat, ngupek-ngupek disana terus aja. Hotel kita menginap juga dekat dengan city center jadi lumayan ramai, sekamar bertiga dengan kasur yang mungil, lucu… Oia, waktu mandi airnya bau belerang, tapi katanya memang begitu air di Iceland: kaya mineral :p

Breakfast-nya juga enak banget (baca:sehat) di Hotel ini, ditambah lagi ada Skyr, yogurt khas Iceland, yummy… Terus ada policy yang bikin kita kagum di hotel ini. Jadi, kalau di piring kita ada sisa makanan alias ngambil terus tidak habis, malah bisa kena denda (yang seharga sekitar 2 porsi makanan). Hmmm…. salut! Biar tidak mubazir… Alhamdulillah…

Salah satu ikon kota Reykjavik adalah Sun Voyager, bisa kita temukan di sisi Old Harbour. Lihatlah ikon ini seperti tulang rusuk ikan yang berbentuk kapal. Mungkin juga ada sejarahnya antara bangsa Viking dan Iceland.Β  Selain itu di old harbour bisa kita teukan concert hall (yep, musik Iceland memang top.. top… musik Icelanda sangat khas dan ‘unik’, sebut saja seperti Bjork).

 

Gereja Hallgrimskirkja di ReykjavikΒ  juga salah satu ikon karena gereja ini berstruktur unik, terinspirasi dari aliran lava. Teteup ya arsitekturnya unik dan bernuansa gelap, wew…. Tapi sangat kontras dengan rumah-rumah di kota ini yang warna-warni cerah. Oia, dan ternyata rumah-rumah tersebut bukan tembok tapi seng! Seng? Yah, mungkin supaya hangat dan isolasi panasnya tahan lama di dalam rumah.

Kira-kira kalau cari oleh-oleh dimana ya di Reykjavik? Untuk suvenir, bisa dicari di sepnjang main avenur Laugardalur.Β  Tapi berhubung ingin cari yang lebih lokal, kami ke flea market di KolaportiΓ°, yang hanya buka saat weekend. Lumayan sih, disana kami dapat aneka kue khas Iceland (semacam roti-roti an dan cake) dan… ikan asin! Karena dekat laut, mereka juga aneka olahan ikan. Beli beberapa ikan asin, yang ternyata rasanya tidak asin, lebih mirip seperti ikan kering/abon ikan. Kami juga sempat stop di Restoran Kebab Halal. Alhamdulillah… nemu juga bisa makan ‘proper’ disini.

One stop before we leave… Kami ke ujung Reykjavik, di Seltjarnarnes, dimana bisa kami temukan mercusuar dan padang rumput kuning yang ciamik. Si kecil lari-lari terus bolak-balik di sana, tidak ada orang lewat soalnya serasa dunia milik bertiga (weleh…). Bagus sekali viewnya, Subhanallah… langsung deh Nyo foto-foto ala cover album (ngayal). Biasanya orang-orang ke area ini untuk berburu aurora karena di sisi Reykjavik ini minim cahaya kalau malam. Sayang selama kami disana, cuaca langit malam tidak mendukung untuk melihat aurora. Meskipun sebenarnya setiap hari pulang road trip sudah tepar, tidur semalaman, hehehe.. πŸ˜€

Rasanya kota di Iceland Reykjavik saja ya yang berasa ada ‘kehidupan’, sisanya… seperti yang kita lihat selama road trip: kosong, haha….