Time To Grow..

Entries from January 2009

Vienna Symphony

January 20, 2009 · Leave a Comment

17 Januari 2009

image020

Nyanyian Negeri n Singgih Sanjaya

Hohoho… malam ini aku nonton Vienna Symphony Orchestra, akhirnya! ^^ . Lokasinya di Balai Kartini, sampe disana cengok nyari – nyari gak ada teman, berhubung nomor semua orang di HP ku ilang semua gara – gara HP rusak, jadinya gak bisa contact deh. Lumayan juga lah dapat duduk di baris ke – 5 dari depan, hehehe… Tapi yah itu, sendirian.. That’s okay, I’m getting used to it.

Lagu pertama, heuu… langsung merinding. Entah kenapa, mungkin beda ya, baru pertama kali nonton full orchestra yang maen bule… gesekan biolanya dan bunyinya itu haluuss banget, wew.. Serasa kebawa ke Austria lah. Apalagi ditambah dengan soprano yang – sebelumnya aku kira dia bakal nyanyi lagu model Sarah Brightman klasik opera gitu – ternyata malah ber’yo-de-li’. ‘Yo-de-li’ khas Austria, mengingatkan ku pada Maria di The Sound of Music. Selain itu, soprano-nya juga nyanyi sambil memainkan accordion, sangat gembira deh.

Yang memikatku lagi adalah penampilan harpist pria muda Indonesia pertama, yaitu Rama Widi. I just can say, ‘awesome!’. Pertamanya aku sangsi, soalnya kan biasanya yang main harpa tuh perempuan. Ternyata pas main, fuiihh.. ini bedanya dengan harpist cewe, rasanya not – not yang dipetik itu bertenaga, jelas dan bersih. Biasanya dari yang aku dengar, permainan harpa di orchestra biasanya kurang ber’tenaga’ dan terang. Salut deh.. Apalagi di penampilannya setelah jeda, yang membawakan lagu ‘NYANYIAN NEGERI’ ku aransemen Singgih Sanjaya.

Lagunya aja benar – benar gubahan yang masterpiece, medley lagu – lagu daerah dari Aceh sampai Irian. Ditambah para pemain orchestra bule – bule yang menggunakan assesoris Bali (bahkan bernyanyi kecak pada tengah lagu), Rama Widi memakai kostum Bali, kehadiran alat music tradisional dan penari – penari yang lentur. Aih.. lagu ini menurutku harusnya diletakkan di AKHIR acara, karena paling bagus!! Klimaksnya disini… J . Oia, setelah itu ada penyerahan bunga untuk Singgih Sanjaya yang ternyata duduk di bangku penonton. Wa, ternyata masih lumayan muda juga ya seniman yang satu ini, hehe.. Jadi inget, dulu ITB Orchestra pernah bawain aransemen Pak Singgih, join dengan PSM pada lagu TANAH AIR, hmmm…

Setelah itu, Vienna Symphony membawakan lagu – lagu tradisional eh klasik Eropa yang bersemangat semua! Hah, aku jadi gak ngantuk, hehe.. Bahkan encore-nya ampe 3x dunx, untung mas kondektur nya baek :p . Masih muda tapi pas baca bio-nya, beuh, pengalamannya bejibun! Benar – benar emang bisa mencerminkan deh bahwa orchestra ini dari negara lahirnya Mozart J . Jadi ingin ber-orkestra lagi ni, kalo ada peluang ato tawaran..I wish so.. :)

Encore

Encore

Categories: Uncategorized

Akhir Tahun di Rumah Sakit

January 6, 2009 · 3 Comments

30 Desember 2008


Terhitung semenjak senin dini hari (29 Desember 2008) aku terkena diare akut dan muntah – muntah!! Sudah hampir 2 hari dan minum berbagai obat (Tolak Angin, Antangin, Spasminal, Norit, New Diatabs, Oralit, Bactrim, dsb), tapi malah tambah parah gak bisa stop juga. Akhirnya, karena kekurangan cairan dan udah gak bertenaga lagi, aku memutuskan untuk ke RUMAH SAKIT!! Berhubung dokter langgananku lagi cuti dan ortu lagi di China, sedangkan aku butuh INFUS…!!

Alhamdulillah Uwa bisa nganter aku ke RS di bilangan Kuningan, langsung deh ke UGD dituntun Mbak. Sampai disana langsung di infus, yeah.. (lho ko sneng?). Tapi keadaan di UGD sedang mencekam, ada apakah?? Uwa ku bertanya pada orang di depan bilik – ku, yang keliatannya baru saja datang sebelum aku tiba, “Pak, ini kenapa pasien-nya?”

“Iya, ini keponakan saya… umurnya baru 14tahun, tadi dia naik motor dari rumah saya habis main, mau nyari nasi padang terus kecelakaan, tapi belum tau sebabnya karena dari tadi belum siuman.”

Innalillahi… Ya Allah, kasian banget anak SMP di liburan ini harus mengalam kecelakaan seperti itu. Kata Uwa-ku, seluruh badannya diperban, dan apalagi kepalanya.. katanya sih retak gara – gara motornya tertabrak dan anak itu terlempar dan terhempas di trotoar, dan kebetulan tidak memakai helm. Yang mengerikan, dari kepala, mata, hidung dan telinganya kerap mengeluarkan darah. Tiap anak tersebut bergerak, mengalami kejang – kejang. Sedangkan bapak dan ibunya belum datang, masih terjebak macet.Duh.. Ya Allah..

Aku mikir ya, gimana reaksi orang tuanya kalau nanti mereka datang melihat anaknya dalam kondisi seperti itu? Hmm.. Beberapa jam kemudian, bapaknya datang dan langsung menangis disampingnya. Lalu, selang berapa menit berikutnya, ibunya tiba dan histeris melihat anaknya. Tangisannya pecah dan terdengar sangat pilu… Dadaku jadi sesak.. Sejenak aku merenung, tentang perasaan ibu tersebut. Dalam hening, hanya bisa ku sampaikan doa.

Dokter jaga UGD memutuskan untuk mengambil gambar cranial pasien dengan CT-Scan, karena bagian yang terparah adalah kepalanya. Setelah dilakukan CT-Scan, pasien kembali dan keluarganya pun sibuk ber-diskusi mengenai kelanjutan perawatannya. Yah, buntut – buntut nya selalu terkendala BIAYA… Tadinya pasien akan dibawa ke ICU, karena sudah tidak bisa ditangani di UGD lagi. Tapi, sebagaimana kita tahu bahwa, hukum manajemen rumah sakit pun berlaku: tidak ada duit/asuransi, tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Hfffhh…

Aku mendengar dari balik bilik ku, si dokter jaga menelepon dokter spesialis yang memang lagi cuti saat itu, “Dok, ini hasil CT-Scan pasiennya, begini… begini.. di bagian atasnya begitu… di sampingnya bla..bla..bla…,” katanya menerangkan mengenai citra CT-Scan yang dilihatnya. Nyeh? What the?? Oh my… kenapa dokter jaga itu harus repot – repot menjelaskan dan dokter spesialis yang entah dimana itu harus kebingungan menafsirkan citra CT-Scan???

Kenapa yah, gak menggunakan teknologi lain yang lebih memudahkan untuk diagnosa dari CT-Scan jarak jauh. ‘Kan bisa pake PACS, kirim lewat email atau tele-conference atau pake video-call atau dokter punya network khusus dengan RS yang memungkinkan citra diterima dengan kualitas detail tinggi, sangat cepat dan privacy pasien terlindungi. Hmm… dengan begitu kan, bisa lebih hemat waktu dan dokter gak menebak – nebak diagnosa atau mereka gambaran citranya.

Yup, kendala teknologi tidak bisa digunakan luas sepertinya masalah kemudahan.. Misalnya, paramedis merasa terlalu ribet jika menggunakan komputer, jika ‘hanya’ untuk urusan seperti itu. Atau ada ibu – ibu yang merasa riweuh jika menggunakan fitur – fitur di komputer atau alat elektronik. Mungkin awalnya memang harus dibuat se-sederhana mungkin biar gak mbingungin  :-)

Memang teknologi-nya sih SUDAH ada, tapi apakah mereka MAU menggunakannya?? :-(

Singkat kata, aku sudah habis 2 infus, tapi sakitnya tak kunjung membaik, hiks… Jadi, terpaksa deh, harus di rawat inap karena sudah malam. Huhuhu… T,T . Larut malam, hanya ditemani Mbak, aku masih muntah – muntah. Sempat khawatir, apakah aku akan melewatkan detik – detik awal 2009 di rumah sakit?? Kyaaahh…. GAK MAU!!   T,T .

31 Desember 2008

Keesokan harinya… Alhamdulillah kondisiku mendingan, walaupun sendirian di kamar (Mbak pulang, nemenin ade yang sendirian di rumah). Menunggu dokter datang, harap – harap cemas apakah aku boleh pulang. Ternyata, “Bagaimana, sudah tidak sakit kan?”, diperiksa dan diam sejenak. “Iyak, boleh pulang.. mau tahun baru-an ya? hehe…”. Alhamdulillah, Nyo bisa pulang…!! ^^’

Detik – detik memasuki tahun 2009 pun dilewati di kamar dalam rumah, sendirian… karena mama papa di Hongkong. Hehehehe… Langsung tidur lagi.. zzZzz.zz…. -___-

Categories: daily · healthcare

Pers in Mother’s Day

January 6, 2009 · 3 Comments

22 Desember 2008

Hari ini hari ibu…!! Mother’s day..

Tapi hari ini aku agak tegang juga karena di NSN bakal ada wawancara dengan pers dari beberapa media. Heuu… dari pagi sudah datang kepagian menunggu dengan pihak PR-nya. Ternyata sampai jam 11 baru 3 wartawan yang datang, dari detikInet, Kompas Tekno dan satu lagi aduh, lupa sepertinya dari koran Bisnis Indonesia gitu. Setelah Arjun datang, barulah wartawan – wartawan yang lain menyusul sampai ada sekitar 8 orang lainnya. Arjun presentasi materi prospek NSN tahun depan.

Lalu, giliranku? Glek, heuu… agak – agak canggung sih. Tapi ternyata para wartawan itu tidak seperti yang aku lihat di Infotaiment dimana kayaknya brutal banget dan banyak mau tau sampai maksa. Yeah, mungkin beda ya, mba.. Ini kan wartawan untuk meliput khusus perkembangan dunia teknologi. Hihihi… yup, mereka ramah dan nyante, sehingga aku gak usah takut akan ‘lemparan sepatu’ :p

Wawancara yang super singkat selesai, akhirnya kami dijamu makan siang di lantai bawah Menara Mulia. Wah, Alhamdulillah… asiknya, jadi bisa ngobrol – ngobrol dengan orang – orang PR dan para wartawan. Tugas wartawan itu berat yah, sepertinya menanggung beban moral juga karena apa yang ia tulis, maka itulah yang sampai pada masyarakat luas. Artinya, kalau ada salah tulis atau informasi, jika parah maka bisa – bisa malah membohongi banyak orang atau memicu konflik. Hufffhh….

Berikut adalah link – link, jika ingin tahu hasil wawancara hari ini :

http://www.detikinet.com/read/2008/12/22/170440/1057838/455/apa-mimpi-wanita-teknologi-indonesia

–> tapi yang disini namaku dan yang tentang Telemedincine ada yang kurang tepat  ^^” . Gapapa kok, thanks a lot anyway…

http://www.suaramedia.com/teknologi/computer-a-it-/2655-jumlah-ahli-ti-wanita-di-indonesia-kurang-dari-10-.html

http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/22/55/176001/jumlah-ahli-ti-wanita-di-indonesia-kurang-dari-10/jumlah-ahli-ti-wanita-di-indonesia-kurang-dari-10

http://indonesiaberprestasi.wordpress.com/2008/12/22/apa-mimpi-wanita-teknologi-indonesia/

–> jadi malu.. hehe… :p

Categories: daily · technlology