Time To Grow..

Entries from August 2008

3 Days In S’pore

August 8, 2008 · 4 Comments

Jumat, 1 Agustus 2008

Tiba di Changi Airport, S’pore dengan Turkish Hava Yollari, pukul 15.30 sore. Selama 12 jam perjalanan dari Istanbul – the timeless city, saking teparnya sebelum pesawat take – off aku udah ketiduran, dan bangun sekitar 4 jam sebelum nyampe Changi =D

Cuaca di Singapore, panas euy… Kok kayaknya lebih panas dari Jakarta yah dan udaranya lembab, hix.. Sampai di hotel, istirahat dan nyari makan malam. Ternyata… lumayan susah juga ya nyari makanan halal disini, huix.. Walaupun di Turki makanannya aneh – aneh tapi karena 90% Islam, jadinya hampir semuanya halal. Heuu…

Sabtu, 2 Agustus 2008

Merlion

Merlion

Jadi turis ke Singapore ah.. Foto di depan Esplanade dan Merlion. Haha… Oia, karena pengen ber-nostalgia masa kecil, akhirnya ke Jurong Bird Park! Disini kita keliling – keliling dan naik Panorail melihat bermacam – macam burung. My fave bird à flamingo! Yep, ‘coz it’s PINK! =D

Di belakang ada Flamingo

Di belakang ada Flamingo

Setelah itu ambil microcontroller buat robot – kit project – nya ade, lalu belanja elektronik di Sim Lim, malas… T__T . Namanya juga ibu – ibu, walaupun dari Elektro tapi of course lebih senang ke toko baju atau pernak – pernik lucu, dibandingkan ke toko elektronik.

Sore sampai malamnya : hang – out bersama my best-friends di S’pore. Sore sampai magrib, makan di Seoul Garden (halal lho..), all you can eat… =) . Terus jalan – jalan sepanjang Orchard Road ampe pegel, dan yang pasti gak ketinggalan… ke Kinokuniya!! Wah, luas ya disini, jadi bingung milih bukunya… Biasa d, kalau udah ke toko buku jadi lupa waktu =P . Thanx for the time yah, udah mau nemenin jalan – jalan di SG… =)

Ryan, FanNy, Dilla, Me and ArRi

Ryan, FanNy, Dilla, Me and ArRi

Minggu, 3 Agustus 2008

To Sentosa Island…!! yang paling menegangkan ya saat menuju kesana, menyebrangi selat dengan cable – car!! Asik, kebetulan kami dapat cable car yang warnanya PINK, hehehe… Agak seram sih, Huhuhuhu…. terutama saat berada di yang paling tinggi, 90 meter!! Liat ke bawah cuma laut, hix… Pas cable – car nya turun dari ketinggian segitu, juga deg – degan euy =(

Naik cable - car ke Sentosa Island

Naik cable - car ke Sentosa Island

Lalu menuju ke Underwater World. Bagus sih, tapi kayaknya hampir sama dengan Sea World, bahkan yang ini lebih kecil. Masuk ke dalam tunnel – nya juga cuma sebentar. Yang asik saat melihat tahapan perkembangan embrio hiu, beneran loh..

Eh, ada Jelly-Fish..

Eh, ada Jelly-Fish..

Next, ke Dolphin Lagoon.. huhu, agak males sih, kurang menarik, tapi yang berbeda dari pertunjukan dolphin disini adalah it’s a show of the PINK DOLPHIN…!!! Wah, baru pertama kali aku melihat ada lumba – lumba berwarna pink. Warnanya itu pink muda loh, namanya Jumbo. Ibu Jumbo punya 3 anak yang juga ikutan show, tapi mereka warnanya udah campur abu – abu (mungkin bapaknya adalah lumba – lumba abu – abu yah..). Cute lah.. =P

Terakhir, kita naik ke dalam patung Merlion yang besar. Disana nonton film kartun terlebih dahulu mengenai asal – usul Merlion. Lucu..hehe.. Lalu, foto di kepala Merlion dengan latar belakang pemandangan Singapore dan kepulauan Indonesia (kelihatan Batam dari sini lho..).

View from Merlion's Head

View from Merlion's Head

Sore harinya, setelah kenyang dengan Burger King, akhirnya kita ke airport untuk pulang ke tanah air tercinta. Setelah sekitar 2 minggu berputar – putar. Alhamdulillah… Thank You.. what a wonderful trip, from Mekkah to Madinah to Istanbul to SG, and at last we arrived in Jakarta…

=)

Categories: Uncategorized

Day 3 in Istanbul, Turkiye

August 7, 2008 · 2 Comments

Kamis, 31 Juli 2008

Baklava Pistachio, nyuummmy....!!
Baklava Pistachio, nyuummmy….!!

Karena masih penasaran pengen nyoba kue yang namanya BAKLAVA, akhirnya pagi abis breakfast coba nyari menelusuri jalan di sekitar hotel. Akhirnya ketemua juga toko pastry yang menjual Baklava!! Asik… Humm, tapi ada masalah dalam komunikasi, soalnya kebanyakan orang umum di Turkiye gak berbahasa Inggris. Hwah, tau sendiri lah bahasa Turkiye itu susah dimengerti dan ribet deh. Jadinya, pake bahasa Tarzan aja.. dapet juga tuh Baklava! Pas ku makan, waa, yummyy…. super yummy!! Kerasa banget pistachio – nya, kue – nya manis banget, so sweet…dan mereka pake susu kambing disini, kecium baunya. Enyak bangeeettt….!!! =D

Kami lalu check out dari hotel, hix, the last day in Istanbul.. Tapi hari ini akan ke tempat yang aku tunggu – tunggu, yaitu TOPKAPI SARAYI (PALACE)!!! Topkapi ini merupakan istana ke – 2 terbesar di Istanbul. Coba tebak berapa luasnya?? Hayoo… berapa?? Humm.. let me tell you, it’s 70 hectares!!! Whooppss… At first, I also didn’t believe that, but when I entered dan berjalan – jalan keliling situ, hwah…. guedhe pisan euy!

Topkapi Palace dulu jadi tempat tinggalnya sultan – sultan Ottoman dari tahun 1465 – 1853 (setelah itu mereka pindah ke Dolmabahce Palace). Istana ini diprakarsai oleh Sultan Mehmed II (yang menaklukan Konstantinopel = Istanbul itu). Sebelum masuk ke Imperial Gate, ada fountain yang dibuat Sultan Ahmed III di depannya. Bagus, banyak hiasan tulisan Arab – nya. Dulu itu, kata mamaku (yang di kuliahnya belajar Peradaban Islam) water fountain fungsinya untuk wudhu sebelum masuk. Pantesan di fountain banyak keran – kerannya gitu.

Di fountain depan Imperial Gate Topkapi
Di fountain depan Imperial Gate Topkapi

Masuk ke dalam Topkapi Palace melalui Imperial Gate. Gate ini ada hiasan kaligrafi khas Ottoman, dengan tulisan ayat – ayat Qur’an, dan tughras (kalau sekarang, itu istilahnya = tanda tangan – nya) Sultan. Jadi, kebanyakan disini itu bukan tulisan Arab ‘biasa’ tapi merupakan Arab kaligrafi khas Ottoman, kata mama itu bacanya lain lagi…beda.

Depan Imperial Gate
Depan Imperial Gate

Berjalan menuju First Courtyard, tamannya indah ya dengan bunga – bunga yang berwarna – warni. Tidak lupa foto =D . Yah, ternyata kebanyakan exhibition dalam ruangan di Topkapi Palace ini TIDAK BOLEH di FOTO!! Jadinya, sori kalau gak ada gambarnya, jadinya nyari aja di interenet deh. Lalu, memasuki Babus Salam, yaitu gate menuju ke Second Courtyard. Desainnya lucu, seperti kastil istana zaman dahulu.

BasbusSalam Gate menuju 2nd Courtyard
BasbusSalam Gate menuju 2nd Courtyard

Di Second Courtyard ini, banyak melihat barang – barang peninggalan Sultan. Pertama, kereta kuda kerajaan. Buatku yang unik, kereta kuda khusus buat Harem (perempuan) karena ukurannya mungil dan desainnya cewe’ banget. Kedua, melihat perkakas buat masak – memasak di dapur istana ini. Hwaaa…. Muacem – muacem, buat masak dessert aja banyak gentong guedheee…banget, sehinggi buat ngangkut satu gentong aja butuh sekitar 6 orang. Maklumlah, peralatan – peralatan yang macem – macem dan banyak itu ‘kan dibutuhkan untuk memasak + menghindangkan makanan 3x sehari buat 4.000 orang yang tinggal di istana Topkapi ini!

Subhanallah… Kalau dulu aku tinggal di wilayah Harem istana Topkapi ini gimana ya? Enak kali ya, makanan 3x sehari super enak, taman super indah, desain yang klasik, pelayan banyak, heuu… (ngayal aje, neng..).

Pintu Imperial Council..emas juga
Pintu Imperial Council..emas juga

Dinding dan pintu Imperial Council berukirkan hiasan emas. Wow…penuh dengan kaligrafi Arab Ottoman. Impercial Council, adalah tempat rapat sultan dan anggota parlemen, untuk mengurusi hal – hal administratif dan segala yang menyangkut negara. Dulu sultan ikut rapat di ruangan yang sama dengan anggota parlemen, tetapi lama – kelamaan Sultan hanya mengawasi di ruang atas dari balik jendela berjeruji emas. Ada juga satu ruangan khusus menerima tamu – tamu kenegaraan, yang hiasannya (juga) dari emas. Dari Imperial Council, kami melihat koleksi dari pasukan Ottoman. Banyak baju perang, senjata, dan pedang yang super gede.. bingung itu ngangkatnya gimana ya? Atau dulu orangnya emang gede – gede?

Dalam Imperial Council. Bagian ini untuk duduk bangsawan dan tamu luar kesultanan, dari emas semua loh
Dalam Imperial Council. Bagian ini untuk duduk bangsawan dan tamu luar kesultanan, dari emas semua loh

Sebelum masuk ke Third Courtyard, harus melewati Gate of Felicity dulu. Kita melihat ruangan sultan, buat siapa yang mau masuk menemuinya untuk memberi laporan atau hadiah. Waw… ruangannya, benar – benar bagus! Penuh ukiran – ukiran khas yang indah. Lalu, dari sana kita melihat koleksi baju sultan. Hmm… lucu – lucu ya desainnya. Mereka dulu pake baju model baloon gitu. Sayang gak boleh di foto euy…

Buat bayi - nya sultan, dari emas dan batu2an mulia lho
Buat bayi – nya sultan, dari emas dan batu2an mulia lho

Beranjak ke Imperial Treasury yang merupakan koleksi – koleksi perhiasan, benda – benda yang sangat valuable dan bersejarah dari dinasti Ottoman. Ada banyak ruangan dan masing – masing memajang benda – benda yang whuuuaaahh…………!!! Kami melihat, perhiasan – perhiasan yang heboh batu – batuannya. Masa, kotak pensil aja terbuat dari emas dihiasi (lebih tepatnya ditaburi, saking banyaknya) emerald (zamrud) hijau, gem, kristal, dan batu – batu mulia lainnya. Pin sultan, tempat baca Qur’an, sarung Al Qur’an, singgasana sultan, juga begitu… Singgasana – nya aja aja beberapa macem, dari emas itu paling kinclong!! Soalnya ditaburi lagi oleh batu – batuan dan kristal, yang buanyak. Masya Allah… itu tuh, minta 1 biji aja deh bisa buat beli mobil kalee. Ternyata buat tempat nimang – nimang bayi – nya juga sama dibuat dari emas bertabur kristal, emerald, gems dan batu – batu itu! Huaaa… baru juga ‘oe..oe…oee…’ lahir, langsung ditaroh di timangan emas bo’.

Topkapi Dagger
Topkapi Dagger

Di ruangan selanjutnya ada dua benda yang paling valueable, paling mahaaalll, paling terkenal dari semua barang koleksi sultan. Salah satunya, adalah Topkapi Dagger. Pisau ini, dibuat Sultan Mahmud I untuk diberikan ke Nadir Shah dari Persia, tapi karena si Nadir Shah udah keburu dibunuh jadinya masih tersimpan dalam Ottoman. Benda kedua, adalah Spoonmaker’s Diamond. Kristal ini terdiri dari 49 potongan – potongan kristal dan katanya 86 karat!! Subhanallah…. pas aku memandang, silau banget! Kilauannya itu lho… Waktu aku baca sejarahnya, katanya dulu kristal ini ditemukan di tong sampah soalnya dikiranya gak bernilai. Ha? Kalau dulu aku yang nemuin gimana ya? =P

Spoonmaker's Diamond
Spoonmaker’s Diamond

Next, yang aku tunggu – tunggu… THE HOLY RELICS! Masuk pintunya, ada video yang menayangkan sejarah dari Holy Relics ini. Jadi, benda – benda bersejarah Islami ini dibawa dari Egypt, saat penaklukan dinasti Abbasiyah oleh dinasti Ottoman (Utsmaniyah). Karena setelah Abbasiyah, memang Utsmaniyah yang menjadi pusat kekhalifahan Islam sebelum zaman modern. Saat berada dalam ruangan Holy Relics ini ayat – ayat Al Qur’an selalu bergema non-stop! Subhanallah… jadi merinding..

Pertama kami melihat kunci pintu Ka’bah yang pertama kali, kilang air emas dan penutup emas dari Hajar Aswad, yang tidak kami lihat di Museum Ka’bah sebelumnya. Lalu, ada turban Nabi Yusuf as, cooking pot dari Nabi Ibrahim as. Yang mencengangkan…. Pedang Nabi Daud as! Subhanallah…. Di situ dituliskan, dari sebelum masehi. Ya Allah…masih ada ini pedang! Di sebelahnya, pedang/tongkat kayu Nabi Musa as!! Subhanallah… disana ditulis bahwa itu yang digunakan Nabi Musa as sewaktu membelah Laut Merah. Ya Allah… inilah bukti kekuasaan – Mu, bukti riil dari kisah tersebut yang tertulis dalam Qur’an.

Di samping itu, juga dipajang pedang dari 4 khalifah! Wah, dari keempat pedang tersebut ternyata pedang Umar bin Khatab dan pedang Ali bin Abi Thalin itu yang paling besar… Juga ada pedang Hamzah, pedang Khalid bin Walid dan pedang para sahabat. Ada salah satu pedang yang sepanjang pisau pedangnya bertuliskan kaligrafi Arab, tapi sebagian sudah luntur..mungkin terhapuskan dari darah korban pedang itu yah =)

Nah, we arrived at the most precious things in the Holy Relics. Hmm… hatiku berdecak takjub melihatnya, dan kami hening memandangnya. Di bagian ini, terdapat jubah Rasulullah saw yang disimpan di dalam kotak emas, jadi tidak dipajang. Footprint dari Rasulullah saw juga ada, serta tanah Madinah yang telah ‘dilewati’ oleh Rasulullah saw.. Terus ada standard seal dari Rasulullah saw buat nge’cap’ surat penting. Saking kecilnya, tersedia kaca pembesar untuk melihat tulisannya. Dipajang dua pedang dan satu anak panah + busur panah Rasulullah saw, yang indah desainnya. Terdapat pula gigi Rasulullah saw yang tersimpan dalam kotak emas kecil… Subhanallah… Ada juga beberapa janggut Rasulullah saw yang disimpan dalam kaca kecil. Shalawat dan salam bagi Rasulullah saw….

Circumcision Room buat Sultan kalau lagi summer
Circumcision Room buat Sultan kalau lagi summer

Selesai dari Holy Relics, beralih ke Fourth Courtyard. Disini suasananya lebih private, karena biasanya disini Sultan berkumpul bersama keluarganya. Ada summer kiosk Sultan, atau disebut Circumcision Room katanya buat tempat istirahat saat musim panas. Tempat ini berdekorasi keramik biru dan sofa merah. Hmm… Ada juga Irak Kiosk dan Iran Kiosk yang dibuat atas kemenangan Sultan menaklukan kedua wilayah tersebut.

Pavilion disana indah banget, dengan kolam dan fountain khas kesultanan Ottoman. Berdiri di bower yang beratapkan golden horn, yang dari sana pemandangannya ke selat Bosphorus – nya Subhanallah… Biasanya dulu Sultan kalau buka puasa Ramadhan disini, sambil ngeliat langit =)

Keliling Topkapi bikin lapar juga, akhirnya kita makan di Restoran Topkapi dan sholat di Masjid peninggalan sultan disana, wow.. Menu lunch kali ini, seperti biasa soup as appetizer, lalu Doner (grilled beef) untuk main course – nya yang disertai salad tanpa dressing, dan dessert – nya seperti fla vanilla yang bertabur pistachio (gak kuat makannya, terlalu magtegh). The restaurant’s view was extraordinary... =D . So beautiful, jadi tambah nafsu makan… Setelah itu gak lupa foto – foto dengan latar belakang laut Bosphorus yang sangat cantik.

Abis makan, foto di Topkapi dengan latar belakang Bosphorus
Abis makan, foto di Topkapi dengan latar belakang Bosphorus

Tiba juga saatnya keluar dari Topkapi Palace, melewati garden dengan bunga – bunga yang indah. Tempat ini juga bisa disebut Fifth Courtyard… Hmmm….indahnya.. =)

Taman Topkapi dengan bunga - bunga indah
Taman Topkapi dengan bunga – bunga indah

From the Topkapi Palace, we headed to the Asia side of Istanbul. Katanya sih, disini bisa berleha – leha menikmati sore sambil minum teh apel atau teh khas Turki (ini kental banget, jadi pahit), bisa juga melihat pemandangan seluruh Istanbul dari puncaknya. Kita melalui jembatan cable stay untuk menyebrangi selat Bosphorus ke Asia side. Ternyata di bagian Asia ini, yang memakai jilbab jauh lebih banyak dibandingkan di Europe side. Hoo… gitu..

Dari sana, balik lagi ke Europe side untuk mengunjungi masjid Sulaemaniyah. Sayangnya, masjid besar ini sedang direnovasi untuk penyambutan Istanbul sebagai ibukotanya tahun 2010, jadinya sebagian besar ditutup, hix.. Hanya melihat sebagian kecil, tapi the architecture and the design sangatlah keren! Karena gak ada bagian lain yang bisa dilihat, ade ngajak untuk melihat the Sultan’s Tomb di samping masjid. Huhuh… it was a little bit scary, karena bentuk makam – makam disana berbeda, gede – gede.

Karena belum puas di masjid Sulaemaniyah, kita pergi lagi untuk mengamati masjid Rustam Pasha. Masjid ini letaknya agak terpencil dan jarang turis kesana. Tapi over-all desain dan dekorasi – nya hampir setipe dengan Blue Mosuqe =)

Bagian luar masjid RustamPasha
Bagian luar masjid RustamPasha

Kemana lagi kita? Yup, ternyata sekarang saatnya melihat pembuatan keramik! Amazing… dari segumpal tanah liat, dalam waktu beberapa menit saja sudah berbentuk pot yang cantik. Wow… di dalam tokonya, juga penuh keramik – keramik yang cantik – cantik sekali lukisannya. Tapi sayang, un-buy-able (mahal bo)… =P

Daripada bengong nungguin yang lain belanja dan nungguin trem lewat, akhirnya aku melihat tukang jualan Ice Cream yang aku mau… Ice Cream khas Turki, Ice Cream dari Kahramanmaras (Maras)! Cara penyajiannya lucu banget, jadi kita yang megang wafer gagang es krimnya dan tiap scoop dia kasih ke kita pake akrobat dulu, pake mukul – mukul lonceng yang digantung diatas segala. Terus ditarik ulur gitu…. hahaha…. saat dirasain, nyummmy……..!!! Enak banget!! Benar – benar beda dengan es krim lainnya! Ice cream ini rasanya gak terlalu manis, agak kayak Yogurt gitu, segar dan teksturnya padat serta bisa ditarik – tarik kayak marshmallow. Soo….yummy!! Gak rugi beli ini deh.. You won’t find it in another place.. =D

Ade, mama dan aku, makan ice cream sambil nunggu trem lewat, yummy...
Ade, mama dan aku, makan ice cream sambil nunggu trem lewat, yummy…

After dinner, ke airport deh untuk take – off. Humm… sebenarnya, ada masalah mengenai bagage. Masa kita kelebihan muatan bagasi sampai 70 kg (ada air zam – zam juga) dan saat semua bagasi sudah masuk baru dikasih tau kalau kelebihan 1 kg bayar 16 Euro!! What?! Ampir 20 juta?! Tapi Alhamdulillah…benar – benar dimudahkan, si Hakkan mencoba negosiasi dengan pihak penerbangannya dan ternyata bisa. Ffiiuuhh….lega.. Then, kita take – off from Istanbul, the timeless city to Singapore. Bubye Hakkan, a responsible guide and bubye Captain… =D

Categories: daily · religion

Day-2 in Istanbul, Turkiye

August 7, 2008 · 2 Comments

Rabu, 30 Juli 2008

Pagi yang cerah… Jadwal hari ini adalah Tour d’Bosphorus dengan kapal. Kami kebagian yang duduk didalam, jadinya gak masuk angin, hehe… Selat Bosphorus indah banget dengan air dan langit yang biru bersih, angin sepoi – sepoi. Kapal berlayar mengitari Bosphorus yang memisahkan antara Istanbul Eropa dan Istanbul Asia, selama 1 jam dan berhenti di 3 stasiun.

Foto dengan pemandangan Bosphorus dan jembatannya
Foto dengan pemandangan Bosphorus dan jembatannya

Dari kapal, kami melihat istana Dolmabahce di sisi laut yang terlihat sangat klasik! Wow… terus ada juga benteng peninggalan zaman dahulu dan masjid kecil di sisi laut. Lucu juga memandangi burung – burung yang terbang rendah di atas laut mencari – cari ikan dan mencaploknya. Oia, di atas selat Bosphorus ini juga ada jembatan cable-stay yang puanjang dan tinggi untuk menghubungkan antara kawasan Eropa dan Asia. Padahal kawasan Turkiye Eropa hanya 3%, sedangkan Asia 97%.

Pemandangan benteng di tepi Bosphorus
Pemandangan benteng di tepi Bosphorus

Dolmabahce Sarayi dilihat dari atas kapal di Bosphorus
Dolmabahce Sarayi dilihat dari atas kapal di Bosphorus

Di stasiun ke-2, di bagian Asia, kapal berhenti sebentar dan ada penjual – penjual Yogurt naik ke atas kapal. Yup, di daerah sini terkenal akan Yogurt-nya. Aku gak ketinggalan beli! Dan ternyata… memang enak banget Yogurt-nya, seger dan kualitasnya OK d =p . Tapi kurang manis sih, jadi ditambahin gula, hehe… Di stasiun ke – 3, kita turun dan dijemput sama si Captain.

Lunch kali ini makan BALIK!! Balik itu bahasa Turki dari ikan. Wah, my favourite food!! I love fish…! Ini makanan yang paling ‘normal’ selama disini. Restauran-nya enak banget, pemandangannya langsung ke Selat Bosphorus, jadi pengen dilama – lamain makannya =p

Makan ikan di tepi Bosphorus, yummy... (tapi foto ini pas lagi makan sup)

Makan ikan di tepi Bosphorus, yummy... (tapi foto ini pas lagi makan sup)

After lunch, ke… DOLMABAHCE PALACE!!! Waktu dari kapal tadi melihat Sarayi (Palace) itu jadi pengen kesana. Saat tiba disana, ternyata dijaga ketat oleh petugas, karena Dolmabahce Palace tidak seperti objek wisata lainnya. Jadi, palace ini berada di bawah departemen pemerintahannya Turki dan sebagian masih digunakan untuk urusan kenegaraan. Guide juga ada sendiri di dalam sana sehingga tour guide kami tidak masuk, hehe…

Di depan entrance Dolmabahce Palace

Di depan entrance Dolmabahce Palace

Di luar istana, bunga – bunga dan fountain di tamannya indah sekaliiii…. =D, eksteriornya juga sangat Eropa. Maklumlah, istana yang luasnya 15.000 m persegi (ke – 3 terbesar di Istanbul) ini dibangun pada masa Sultan Abdulmajid, tahun 1843 – 1856. Mulai agak kebarat – baratan lah, kombinasi elemen Baroque, Rococo dan Neo-Classic, nice.. Katanya sih di dalamnya ada 285 ruangan, 44 hall, 68 toilet dan 6 hamam (kamar mandi gitu). Waw… Jadi pengen liat! Sebelum masuk ke dalam Dolmabahce, semua harus memakai plastik pembungkus sepatu dulu. Mungkin biar gak kotor dan gak capek – capek bersihin lantai ya. Kami ikut ke rombongan English Tour, bagi turis non – Turki.

Di taman depan Dolmabahce Palace

Di taman depan Dolmabahce Palace

Oia, sayangnya gak boleh foto di dalam, hix.. Kalau mau foto bayarnya lumayan juga, hix.. Yasu d, yang penting bisa MERASAKAN – nya dan mendengar dengan seksama penjelasan demi penjelasan tentang ruangan – ruangan yang dilalui. Foto – foto interior disini diambil dari berbagai sumber, buat visualisasi aja, hehehe…

Tampak depan Dolmabahce Palace (jepretan sendiri loh ^^)

Tampak depan Dolmabahce Palace (jepretan sendiri loh ^^)

Saat masuk ke dalam hall pertama, entrance hall… Wow, neo – klasik sekali! Dalamnya sangat megah dengan furniture yang un-buy-able pastinya, dan langit – langit penuh lukisan + ukiran super indah! Masya Allah… ck ck ck… Terus ke valuable collections dari para sultan. Beuh.. dinner set, alat – alat makannya buanyak banget tuh dipajang! Ada dari porselen, kristal, perak bahkan emas. Mungkin 3x sehari harus beda – beda ya alat makannya, apalagi makanannya XD

Ada juga masjid dan tempat sultan istirahat sambil buat baca Al Qur’an. Luas dan rapi dengan lampu gantung yang unik. Setelah dari sana, kita naik melalui crystal staircases! Masya Allah… ni tangga desain-nya keren, dan heboh banget sepanjang pilar tangganya dari kristal dengan pegangannya dari ivory dan perak. Sultan kelebihan kristal kali yah… Saat melihat ke langit – langit, lagi – lagi dibuat berdecak. Ya Allah, dekorasinya benar – benar indaaahh nian seperti di istana! (loh? Emang istana kan?). Aku gak habis pikir dengan ukiran – ukiran di langit – langit dan sepanjang dekorasi interior istana. Yang buatnya pasti sabar banget yah..

Tangga kristal

Tangga kristal

Terus ke Ambassadors Hall untuk menerima tamu – tamu formal dan pertemuan – nya Sultan. Hyaa… ada juga piano di ujung sana! Tapi wow, piano sultan ini berbeda, sangat artistik penuh dengan hiasan ukir – ukiran dan nampaknya bukan dibuat dari kayu deh lapisannya, soalnya mengkilat – kilat gitu, mungkin marmer yah… =D

Lalu, Zulvecheyn Hall (the Privy Chamber) yang lebih indah dari hall sebelumnya. Masya Allah, dulu segini kaya-nya ya para pewaris Ottoman. Biasanya hall ini digunakan pada bulan Ramadhan untuk berbuka puasa dan sholat tarawih berjama’ah. Di sudut hall juga terdapat (lagi) piano putih berukiran emas, katanya namanya light green laquered Pleyel French piano. Nampaknya Sultan suka main piano yah (sama dong, hehe..), sepanjang berjalan di Dolmabahce aku udah ketemua 3 piano lho…

Nah, ternyata kami melewati juga satu ruangan yang sangat spesial! Yaitu, THE MUSIC ROOM…!! Waaah, aku melongok lumayan lama ke dalamnya, desain interiornya sangat klasik. Dalam ruangannya ada cello, violin dan violin mungil (buat anaknya kayaknya), dan piano (lagi). Katanya, biasanya mereka kalau latihan musik disana. Whaaa…. jadi Sultan suka musik klasik juga (sama dong!) =D

Library Sultan ada banyak buku, konon ada 10.000 buku dalam bahasa Prancis, Ottoman, Jerman dan Inggris. Wah, rajin yaa… Eh, masih kelihatan loh disana buku – bukunya ternyata masih dipajang dengan rapi =) . Dekat sana ada Study Room, ada 4 ruangan… Masing – masing buat Sultan belajar bahasa Arab, belajar bahasa Prancis, Latin dan belajar piano. Kata guide-nya, anaknya Sultan yang belajar piano di situ. Hoho…pada rajin semua yah…

Sultan's Hamam

Sultan's Hamam

Next, the Sultan’s Hamam alias kamar mandi-nya Sultan. Of course, pasti spesial lah, bukan kamar mandi biasa, luas..ada 3 bagian, cold room, warm room, dan hot room. Untuk interiornya, dilapisi dengan marmer alabaster Mesir dan marmer Marmara.

Di Memorial Hall, kami melihat banyak lukisan – lukisan pemberian dari negara sahabat mereka, ada dari Inggris, Jerman, Austria, dsb. Lalu, ke jalan menuju tempat HAREM. Yup.. jadi di istana – istana kesultana disini memang dipisah area harem atau area para wanita – nya. Yang boleh masuk kesini tentu hanya yang merasa perempuan dan Sultan.

Pink hall

Pink hall

Oia, terus melihat Maid’s Room, kamar tidur pelayan-nya Sultan yang ternyata WOW!! Mikir juga, kamar tidur pelayan – nya aja udah heboh dan mewah gini, apalagi yang jabatannya lebih tinggi dari itu =p . Dari sana melintas di PINK HALL!!! Waaah.. I was astonished for a moment! Cool.. semuanya berdekorasi khas hiasan ukiran istana all in Pink, my fave colour c ^^

Then, we arrived in the last hall before the entrance… the Muayede Hall (Grand Ceremonial Hall). Whoaa… I was stunned! Speechless.. Masya Allah… Actually, this hall is the most magnificent space in the entire palace! Luasnya kira – kira 2000 meter persegi. Langit – langitnya berkubah dan penuh dengan hiasan ornamen – ornamen ukiran megah dan lukisan bunga – bunga yang indah. Sangat detail semuanya! Bagus betul…dengan lampu kristal gede di tengahnya (konon beratnya 4,5 ton).

Great ceremonial (Muayede) hall

Great ceremonial (Muayede) hall

Biasanya hall ini dipakai buat acara upacara kenegaraan, terutama acara keagamaan seperti Idul Fitri atau Idul Adha gitu (bukan untuk Ball-room Eropa buat nari – nari pesta dansa gitu). Di balkonnya, untuk orkestra kerajaan dan para petinggi kerajaan.. wo… TOP deh hall ini!!! :-0

Dekorasi langit - langit di ceremonial hall

Dekorasi langit - langit di ceremonial hall

Ya Allah… dulu berjaya banget ya para Ottoman (kekhalifahan Utsmaniyah)! Keluar Dolmabahce dengan masih takjub, disambut dengan pemandangan indah dari pagar istana yang berbatasan langsung dengan laut selat Bosphorus. What a wonderful scene… =)

Me and Mom di gate belakang Dolmabahce yang berbatasan dengan Bosphorus

Me and Mom di gate belakang Dolmabahce yang berbatasan dengan Bosphorus

Bertolak dari Dolmabahce menuju Grand Bazaar… hayo, siapa yang mau belanja atau beli oleh – oleh?? Grand Bazaar ini sudah ada dari abad ke 15 lho..tua banget yah. Disana sholat di masjid yang ternyata, walaupun di ‘pasar’ tapi arsitektur – nya bagus banget, semuanya marmer dan khas masjid kuno – nya Istanbul deh yang berkubah tumpuk. Di Grand Bazaar akhirnya aku bertemu TURKISH DELIGHT!!! Senangnya…memang ini makanan yang aku cari – cari jauh – jauh ke Turki! Nyuummy… =D

Grand Bazaar

Grand Bazaar

Ini eyebead khas Turki, yang berhubungan sama Medusa

Ini eyebead khas Turki, yang berhubungan sama Medusa

Ada yang unik.. Aku penasaran aja, kenapa banyak hiasan yang dijual tuh selalu ada digantung ‘eye beads’ – lambang bulat biru seperti mata begitu? Apa itu khas Turki? Apa maknanya? Setelah dijelaskan oleh Hakkan, ternyata orang sana tuh masih percaya mitos kalau majang benda itu, yang bentuknya kayak bulat mata biru – bisa menjauhkan mereka dari serangan mata Medusa. Tahu kan Medusa? Katanya sih kalau dia memandang, maka orang tersebut jadi batu. Kenapa ya? Kok jadi nyambung ke Medusa? Emangnya dia pernah ke Turki dan nakut – nakutin mereka ya?? =\

Categories: daily · religion

Day 1 in Istanbul, Turkiye

August 6, 2008 · 5 Comments

Selasa, 29 Juli 2008

Jam 3.20 dini hari, take-off dari airport Madinah bersama orang – orang Turkey kebanyakan. Heuu… Sebenarnya agak deg – deg an mau ke Istanbul, karena lihat berita, tadi malam baru ada BOM disana, 2x pula! Hmm… Semoga gak ada apa – apa deh nanti disana. Begitu dikasih makan dalam pesawat langsung kaget, kumaha iye makannya?? Banyak tipe makanan yang dikasih tapi gak ngerti itu apaan dan gimana kombinasikannya. Makanan Turkiye kayaknya, baru pernah lihat ^^

Alhamdulillah landing di Istanbul lancar dan saat kami tiba cuacanya rainy! Wah, padahal lagi summer padahal. Disana kami dijemput tour guide, yang ternyata orang Turkiye namanya Hakkan. My first impression was..nice! =) . Yup, he’s a really nice guy.. Dari airport kami naik kayak mobil travel gitu yang cukup lah buat kita ber-7. Mobil-nya dikendarai oleh Captain (sebutan buat yang nyupirnya). Captain-nya, kalau di Indonesia udah diperebutkan buat jadi bintang sinetron Indo kali yah…Plus rapi banget bajunya dan kinclong sepatunya. Sepintas nampak kayak artis lah.

@ Attaturk Airport dijemput, haha..

@ Attaturk Airport dijemput, haha..

Jalan – jalan di Istanbul ini lumayan bersih dan nampak masih ada bangunan – bangunan peninggalan zaman dahulu, seperti terowongan yang dari batu – batu gitu, gedung bersejarah banyak juga, dsb. Penduduk di Istanbul sendiri ternyata 20 juta orang, dari keseluruhan penduduk Turkiye 80 juta orang, hoo… banyak juga ya. Di Turkiye 90% muslim, tapi karena negara sekuler (huh, gara – gara sih Attaturk itu!) jadinya yah hampir – hampir mirip kayak Indonesia =P. Tour guide bilang, di Istanbul ada sekitar 2.000 masjid, 100-an gereja dan 100-an sinagog. Wow… pantesan, baru aja ngeliat masjid, eh di depan udah ada masjid lagi.

——————————————————————–

PREFACE — Sejarah Istanbul, Turkey

Pemerintahan Usmaniyah di Turki, rentang 1517 – 1923 M merupakan periode terpanjang dalam sejarah Islam (5 abad lebih bo’). Khalifaj Abbasiyah di Kairo menyerahkan kekhalifahannya pada tahun 1517 M secara resmi pada Utsmaniyah. Dulu Anatolia merupakan kerajaan dibawah kaisar Byzantium (Romawi) sebelum ditaklukan oleh Islam (karena itu di Turki kan ada bekas – bekas peninggalannya seperti kuda Troy, Ephesus, dsb).

Daerah kekuasaan Utsmaniyah dulu mencapai Beogard, sebagian besar negeri – negeri Arab, Hijaz, Mesir, Asia, Eropa, sampai Wina ibukota Austria. Khilafah Utsmaniyah dipimpin oleh banyak Sultan dan pemerintahannya telah menguasai area kira – kira 20 juta km persegi.

Konstantinopel (sekarang Istanbul = kota kesejahteraan artinya) berhasil ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II (AL- Fatih) tahun 1453 M saat berumur 21 tahun! dan Kaisar Byzantium dibunuh pada perang tersebut. Keberhasilan ini sudah disebutkan dalam hadits Rasulullah saw, Sungguh Konstantinopel benar – benar akan ditaklukan, maka sebaik – baik Amir (penguasa) adalah Amir-nya, dan sebaik – baik pasukan dalah pasukan itu.”

Ternyata, menurut sejarah, Sultan Mehmed II semenjak baligh tidak pernah meninggalakn sholat fardu, sholat rawatib dan sholat tahajud. Ini ceritanya : “Pada hari Jum’at pertama di Konstantinopel, ketika diadakan shalat Jum’at untuk pertama kalinya, terjadi kebingungan dalam menentukan siapa yang menjadi imam. Sultan pun dengan lantang meminta seluruh tentaranya berdiri dan mengajukan pertanyaan: “Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggalkan shalat fardhu silakan duduk!” Tidak ada seorang pun yang duduk. Ini berarti seluruh tentara Sultan sejak usia baligh tidak pernah meninggalkan shalat fardhu.

Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggatkan shalat sunat rawatib silakan duduk!” Sebagian tentaranya masih tegak berdiri dan sebagian lagi duduk. Jadi sebagian tentara sultan sejak balighnya tidak pernah meninggalkan shalat sunat rawatib.

Kemudian Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud silakan duduk!” Kali ini seluruh tentara duduk. Yang tinggal berdiri hanya Sultan sendiri. Ternyata sejak usia baligh Sultan belum pernah meninggalkan shalat tahajud sehingga beliaulah yang paling pantas menjadi imam shalat Jum’at.” – taken from //easternearth.wordpress

Selepas breakfast, karena cuaca masih hujan akhirnya kami beranjak ke tujuan pertama saja yang di ruang tertutup, yaitu AYA SOFIA!! Boleh cerita pendahuluannya dulu? Sekarang Aya Sofia merupakan museum sejak tahun 1935 dan bisa dimasuki siapa saja, dulunya adalah monumen hebat dari Byzatine Empire. Pertama kali dibuat sebagai gereja dan diubah menjadi masjid setelah penaklukan Islam oleh Turki pada tahun 1453. Keunikan dari Aya Sofia ini adalah masih terdapatnya karakteristik antara gereja dan masjid.

Saat memasuki area Aya Sofia, langsung seperti masuk ke zaman dahulu. Tamannya masih terlihat kuno dengan reruntuhan – reruntuhan Aya Sofia saat era Theodosius II. When we entered the gate of Aya Sofia, ternyata dalamnya gedhe dan tinggi dan loas. Terdapat empat lingkaran gede yang bertulisakan diantaranya, Allah SWT dan Muhammad SAW yang diletakkan di masing – masing keempat sudut bangunan ini. Kubah-nya bagus berhiaskan tulisan ayat Qur’an.

Dekorasi interior Aya Sofia

Dekorasi interior Aya Sofia

Karena dulunya Aya Sofia adalah gereja, jadinya banyak hiasan – hiasan mozaik karakter. Tapi gambar – gambar ini sebagian besar sudah tidak utuh karena memang dalam Islam tidak boleh ada gambar figur dalam masjid, jadinya dulu ada yang dihapus dan ditutup.

Mihrab Aya Sofia dan sinar matahari yang masuk diantara kaca - kacanya yang indah

Mihrab Aya Sofia dan sinar matahari yang masuk diantara kaca - kacanya yang indah

Main hall – nya unik, aku paling suka kaca – kaca di dekat mihrab, bagus banget pemandangannya. Saat ada sinar matahari masuk, kesannya pantulannya artistik. Ada juga tempat lilin dari kendi marmer yang gede euy dan mimbar buat imam. Kami juga melihat perpustakaan Sultan Mahmud I, dan tempat baca Qur’an-nya. Sayangnya buku – buku di perpustakaan ini sudah raib hilang entah kemana, hix…

Perpustakaan dan tempat Sultan baca Qur'an

Perpustakaan dan tempat Sultan baca Qur'an

Lalu, menuju lantai atas. Wah, menaiki lorong yang menanjak, serunya.. Lorong itu tidak terlalu luas dan jalannya berputar – putar menanjak tanpa anak tangga, agak remang – remang. Di lantai atas terdapat galeri, lukisan – lukisan di Aya Sofia dan kebanyakan tentang penjelasan mozaik – mozaik.

Berfoto dari lantai atas Aya Sofia

Berfoto dari lantai atas Aya Sofia

Setelah melihat Aya Sofia, kami ke BLUE MOSQUE atau Sultan Ahmed Mosque yang letaknya dekat bersebrangan dengan Aya Sofia. Wahh… dari jauh aja Masya Allah, udah kelihatan indah dengan enam menara tegak dan langit yang (sudah) cerah siang itu. Bagusnya…

Blue Mosque ; ini hasil jepretan sendiri loh.. =P

Blue Mosque ; ini hasil jepretan sendiri loh.. =P

Masuk masjid harus wudhu dulu, menutup aurat, lepas alas kaki tentunya, dan sholat tahiyatul masjid. Hmm… tempat wudhu-nya aja masih dipertahankan dari zaman dulu, kerannya dari emas dengan bentuk yang khas. Saat masuk Blue Mosque, kami jadi ngeh, kenapa masjid ini dinamakan Blue Mosque. Yup, desain interiornya dipenuhi dengan hiasan – hiasan keramik yang berwarna biru!! Bagus..dan itu hand-made semua! Subhanallah..

Desain interior Blue Mosque, penuh keramik berhias biru

Desain interior Blue Mosque, penuh keramik berhias biru

Lampu – lampu digantung dari langit – langit yang tinggi banget sehingga jaraknya jadi dekat dengan lantai masjid dan berbentuk melingkar. Indah sekali.. Marmer semua yang digunakan mulai untuk eksterior maupun interior, dan itu bisa diukir – ukir dengan cantik. Kubah masjid sangat khas, seperti bertumpuk – tumpuk. Hiasan di kubahnya juga tidak kalah cantiknya dengan tulisan ayat – ayat Qur’an. Pasti zaman dahulu ilmu arsitekturnya udah canggih yah..

Kubah Blue Mosque dengan tulisan ayat - ayat Qur'an

Kubah Blue Mosque dengan tulisan ayat - ayat Qur'an

Oia, ada cerita menarik, kenapa Blue Mosque ini memiliki 6 menara? Jadi, dulu arsiteknya dipanggil Sultan Ahmet disuruh buat masjid-nya dengan menara emas. Tetapi si arsiteknya salah dengar/salah nangkep maksud si Sultan, karena dalam bahasa Turkiye : ‘emas’ dan ‘enam’ itu hampir sama bunyi-nya. Sayangnya, si arsitek gak bisa dapat kesempatan lagi untuk bertanya pada Sultan. Jadi saja, sesuai persepsi dia akhirnya dibuatlah masjid dengan 6 menara! Tapi apa mau dikata, masjidnya sudah jadi dan gak bisa diubah lagi.. Sultan juga berbaik hati menerimanya =)

Me and mom in Blue Mosque

Me and mom in Blue Mosque

Dari Blue Mosque, beranjak ke Hippodrome yang letaknya antara Aya Sophia dan Blue Mosque. Apa itu Hippodrome? Sebenarnya gak terlalu ngerti sih pas dijelasin, hehe… Jadi di kawasan Hippodrom itu ada beberapa monumen, diantaranya Obelisk yang berbatu – batu, pilar Serpent, dan Obelisk dari Thutmois III. Obelisk yang terakhir disebut ini dibawa dari Mesir dan ada relief – relief yang menggambarkan tentang balapan berhadiah saat itu. Obelisk yang berbatu – batu sebenarnya lebih tinggi dari yang sekarang, tetapi karena perang jadi terpangkas.

Obelisk dari Mesir

Obelisk dari Mesir

Obelisk berbatu

Obelisk berbatu

Setelah tour ke 3 objek, kita lunch… dengan menu soup rasa mint sebagai appetizer, main course kebab dan salad tanpa dressing, dessert semangka – yang masih terasa agak kurang familiar bagi lidah orang Indonesia. Hehehe, gak ada nasi, tapi untung ada garam merica.. =P

After lunch, akhirnya bisa istirahat di hotel! Akhirnya tidur, karena 2 malam kemarin hampir gak ada waktu buat tidur… Alhamdulillah… Semoga besok lebih seru lagi =D

Categories: Uncategorized

Road To Madinah

August 5, 2008 · 3 Comments

Minggu, 27 Juli 2008

Hari ini rencana-nya ziarah lagi sekaligus beranjak ke kota Madinah. Pertama, kita ke Museum Ka’bah yang masih berada di Makkah. Kami hanya diperbolehkan berada dalam sana kurang lebih 20 menit. Museum ini menyimpan barang – barang yang bersangkutan dengan Ka’bah, seperti pintu Ka’bah dari zaman dahulu kala, lalu kunci kabah, pilar Ka’bah zaman baheula, foto – foto Ka’bah dari masa ke masa, desain sumur zam – zam, prototipe Maqam Ibrahim, dan lain – lain. Sebagian dari peninggalan Ka’bah tidak ada di museum ini karena sudah dibawa ke Turki, yaitu di Museum Topkapi..hmm, nantikan ceritanya di blog selanjutnya ya =P

Selepas mengunjungi Museum Ka’bah, kami menuju ke Hudaibiyah. Jadi, dulu Nabi Muhammad SAW bermaksud melaksanakan umroh dari kota Madinah bersama 1.400 orang sahabat. Tetapi pada saat itu kaum kafir Quraisy berpikir kaum muslim datang untuk berperang. Setelah berjalan jauh sekali dari Madinah, para kaum muslimin beristirahat di Hudaibiyah sebelum masuk ke kota suci Makkah. Akhirnya, datanglah utusan kaum kafir Quraisy dari Makkah yang membawa kabar bahwa mereka semua tidak boleh masuk ke Makkah. Nah, akhirnya ditempuh jalan diplomasi dengan disetujui piagam perdamaian disana. Rasulullah SAW dan para sahabat lalu ber-tahalul dan kembali pulang.

Sepanjang perjalanan, pemandangan gunung, bukit dan gurun pasir...

Sepanjang perjalanan, pemandangan gunung, bukit dan gurun pasir...

Dengan menggunakan bus, perjalanan dari Makkah ke Madinah memakan waktu sekitar 6 jam! Pemandangan di kanan kiri hanya padang pasir, gurun yang kosong… jarang sekali tumbuhan, apalagi hewan. Heuufff…. matahari terik menyengat mata dan AC gak mempan. Aku ngebayangin zaman dahulu : saat Rasulullah SAW dan para sahabat jauh – jauh dari Madinah untuk umroh ke Makkah… pasti gak mungkin se-enak kita naik bus, pasti perjalannya bisa berminggu-minggu kan, dengan ‘hanya’ gurun di sepanjang jalan tanpa air dan matahari langsung menyengat. Udah begitu semangat mereka mau umroh, eh, ternyata di Hudaibiyah ditahan tidak boleh masuk ke Makkah. Hmm…

Trip selanjutnya dalam perjalanan ke Madinah adalah ke peternakan unta!! Haayy, kita bertemu dengan si Jamal lagi! Disini benar – benar tidak seperti peternakan lain yang identik dengan banyak rumput dan kandang yang banyak. Disini sejauh mata memandang yang terlihat hanya gurun pasir, dan aku GAK MELIHAT adanya sumber air disana…super kering! Bahkan penjaga ternak – ternak unta itu tinggalnya disana hanya terbuat dari susunan seng dan tripleks. Waa, sedangkan unta-nya disediakan minuman di dalam bekas bak mandi dan makannya rumput kering. Kata pemandunya yang emang lagi kuliah di Makkah, di Arab emang lebih murah membeli minyak daripada beli air bersih. Jadi, kalau bisa mandi pakai minyak yah, mandi dah pake minyak…hehehe….

Ada onta putih di peternakan onta ini

Ada onta putih di peternakan onta ini

Aku nemu ada unta warnanya putih! Cantik deh… sempat juga foto – foto sama unta putih itu. Disini, kita mesen susu unta, yang langsung seketika itu juga diperas fresh from the camel! Whaa… Subhanallah ternyata satu unta aja tuh bisa menghasilkan satu baskom susu fresh, banyak juga yah.. Dari baskom langsung dituangin ke masing – masing botol, kagak pake proses macem – macem, tapi Insya Allah steril kok. Katanya sih susu unta banyak khasiat-nya. Aku coba minum, tapi gak dingin soalnya yah cuaca nya aja panas dan gak ada kulkas di jalan, haha… tapi rasanya hampir mirip susu sapi tapi agak – agak beda gimana gitu =P. Sayangnya karena gak pake pengawet, jadi susu unta itu hanya tahan 1 – 2 hari.

Lagi dituangin susu onta-nya dari baskom ke botol - botol

Lagi dituangin susu onta-nya dari baskom ke botol - botol

Unta itu hewan yang spesial, diantaranya disebutkan dalam Al Qur’an pada QS 88: 17. Unta itu hewan yang penyabar tapi pendendam..kenapa? Sabar karena bisa tahan di cuaca panas segitu teriknya tanpa minum di gurun pasir, lalu dia kan adem ayem aja jarang mengeluh. Pendendam karena, kalau ada yang mengganggu si unta dia akan tetap ingat. Jadi, kalau si pengganggu itu datang lagi ke unta tersebut 1 tahun, 2 tahun atau berapa tahun kemudian…unta tersebut masih ingat dan akan melakukan pembalasan sama orang itu. So, jangan ganggu – gangguin unta loh… =p

Dari sana, masih separuh jalan ke Madinah. Kita dapat bonus nih untuk melihat lokasi Perang Badar. Dalam perang Badar pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah, kaum muslim yang jumlahnya 313 orang berhasil mengalahkan kaum Quraisy Mekah yang berjumlah 1.000 orang. Saat melintas di sekitar daerah peperangan Badar, kita tidak turun hanya melihat. Lagipula disana, semuaaaanyaa wilayah peninggalan bekas – bekas reruntuhan perang Badar yang masih ada, dipagari! Terus, di depan pintunya dijaga ketat oleh askar. Jadi kita sama sekali gak bisa masuk untuk melihatnya. Katanya sih semua wilayah ini dipagari agar tidak ada orang yang datang untuk melakukan hal – hal yang bersifat bid’ah. Hoo… Setelah dari sana, ternyata perjalanan kita ke Madinah hampir sampai, dimanfaatkan untuk istirahat di bus.

Jam 6 petang….

Alhamdulillah tiba di Madinah Al-Munawarah… dan yang persepsi ku pertama kali langsung berbeda dengan kota – kota lain. Kota haram ini rapi penataannya dan semuanya terlihat teratur, plus juga cuacanya gak terlalu panas. Jadi, katanya yang tinggal di kota ini masih keturunan kaum Anshar, yaitu kaum yang menolong Rasulullah saw dan kaum muhajirin saat tiba di Yastrib (Madinah) jadi sifatnya menurun yaitu teratur dan suka menolong. Sedangkan kalau di Mekah, memang masih banyak keturunan kaum Quraisy, jadi suasananya lebih keras daripada disini.

Shalawat dan salam bagi Rasulullah SAW sepanjang melintasi kota Madinah. Jadi teringat sebuah nasyid yang indah dari Dawud Wharnsby Ali berjudul MadinaTun Nabi… :

There was merriment and joy, a smile on the face of every girl and boy.
The streets of Yathrib welcomed in the prophet of Allah,
Muhammad, sullallahu alayhi wa salaam.

A full white moon shone down upon the land,
rising from the valley between hills of sand.
Being grateful to Allah was The Prophet’s demand,
spreading peace through the streets of Madinah.

Madinah Tun-Nabi, Madinah Tun-Nabi,
The city of the prophet is like home to me.
I’ll travel through the world but I doubt that I will see
A city with such wonder as Madinah.

Now the narrow winding roads are so full of history,
streets shake with the azan from Masjid un-Nabi.
I feel the shadow of the prophet gently cooling me
as I walk through the streets of Madinah.

The man who reads Qur’an `neath a date palm tree,
And the smile from the child on the street selling tea,
Enchant me with their beauty and their simplicity
As I walk through the streets of Madinah.

Madina Tun-Nabi, Madinah Tun-Nabi,
The city of the prophet is like home to me.
I’ll travel through the world but I doubt that I will see
A city with such wonder as Madinah.

Al Madinatul Munawarah, Oh enlightened city!
Al Madinatul Munawarah, even in my sleep you call to me.

Time has hurried by, time has traveled on so fast
And though wisdom and truth will always last
I wish, I wish, I wish that I could climb into the past
And live with the Prophet in Madinah.
Madinah Tun-Nabi, Madinah Tun-Nabi,
The city of the prophet is like home to me.
I’ll travel through the world but I doubt that I will see
A city with such wonder as Madinah.
My heart is never far from the home of the Anshar
And the city of the prophet, Al-Madinah

Hmm… Alhamdulillah hotel kami berada dekat dengan Masjid Nabawi. Saat pertama kali ke Masjid Nabawi, Subhanallah…. hwaa, guedhe buanget! Saat masuk ke dalamnya juga kan banyak pilar – pilar, tapi gak tahu ujung deret pilar – pilar nya dimana kagak kelihatan saking luasnya. Indah banget.. Sama sekali kagak panas, karena dalam masjidnya sejuk euy, berkarpet super empuk pula dan air zam – zam tersedia di tiap pintu masuknya. Disini dipisah wilayah bapak – bapak dan ibu – ibu, jadi sebaiknya menentukan dulu kalau pulangnya mau janjian ketemuan dimana.

Depan Masjid Nabawi

Depan Masjid Nabawi

Setelah Isya dan dinner, rombongan ibu – ibu (termasuk aku, heuu…) bergegas menuju Raudhah. Raudhah atau taman – taman surga adalah antara rumah dan mimbar Rasulullah SAW, dan disunahkan untuk sholat sunnat minimal 2 raka’at disana. Untuk sistem pengaturan yang baru bagi perempuan Raudhah dibuka 3x sehari yaitu waktu Dhuha, jam setengah 2 sampai setengah 3 dan dari jam 10 – stg 12 malam. Disana masih dibagi – bagi lagi per bahasa ibu yang digunakan, misalnya sekarang giliran Pakistan, lalu Arab, terus Iran, lalu Melayu. Begitu…jadinya lebih tertib dan teratur. Very crowded dan sebaiknya sholatnya bergantian, masih banyak yang ngantri, hehe…

Senin, 28 Juli 2008

Hari ini akan ziarah lagi, yaitu tempat pertama yang akan dikunjungi adalah Masjid Quba. Masjid Quba’ ini adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW sesampainya di kota Madinah setelah hijrah. Berdasarkan hadits, yang keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu lalu menuju masjid Quba’ dan sholat 2 raka’at disana, maka pahalanya seperti melakukan umrah.

Masjid Qiblatain adalah tujuan kedua kunjungan kami, namun disini kami tidak turun hanya melihat dari bus. Masjid ini disebut Qiblatain (2 kiblat) karena di masjid itulah turun ayat tentang perintah perubahan kiblat pada bulan Rajab 12 Hijriah. Tadinya kiblat sholat ke Masjidil Aqsha di Palestina, lalu berubah ke kiblat sekarang yaitu Masjidil Haram.

Masjid Quba'

Masjid Quba'

Sehabis itu, bus menuju ke Jabal Uhud, yaitu gunung terbesar di Madinah yang pernah menjadi tempat peperangan besar antara kaum muslimin dan kamu kafir Quraisy. Disana ada makam para syuhada uhud, diantaranya paman Rasulullah SAW, Hamzah… Lalu, tak lupa bersama – sama mendo’akan mereka. Di Jabal Uhud juga ada Jabal Rumaah (Bukit Pemanah). Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat pemanah untuk berjaga diatas bukit itu, mengintai dan mengawasi pasukan musuh yang mungkin menyerang dari belakang bukit. Rasulullah SAW berpesan agar mereka tidak meninggalkan pos apapun yang terjadi, namun setelah kaum muslim menang mereka turun dari bukit untuk mengambil harta ghanimah. Mereka lupa akan pesan tersebut, sehingga Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) dari pihak musuh melihat hal itu dan menyerang balik dari arah belakang Jabar Rumaah. Peperangan uhud ini menelan 70 orang syuhada.

Setelah berkontemplasi, kami bertolak ke Pasar Kurma!! Wa, sebelum mencapai pasarnya, terlebih dahulu melewati kebun kurma dan ini pertama kali aku lihat pohon kurma, hehe… ternyata gitu toh. Di Pasar Kurma, berbagai mata uang bisa diterima untuk pembayarannya. Bahkan, yang jualan juga ngomong-nya pake berbagai bahasa tergantung pembelinya. Nyumm, enak banyak pilihan kurma disini… Terus kita dikasi hadiah banyak kotak (lebih dari 5 soalnya) yang berisi kurma Ruthab! Nyumm….kurma muda itu yang paling aku suka!! Bentuknya bulat – bulat, coklat muda, lembek dan sangat manis =p. Sayangnya hanya bertahan 2-3 hari, jadi gak bisa dibawa ke IND deh.

Pulang dari Pasar Kurma kami menikmati waktu di Masjid Nabawi dan kota Madinah ini, karena pukul setengah 12 malam nanti sudah harus bersiap ke airport untuk menuju Istanbul, Turkey… (nantikan posting berikutnya, hehehe… =p)

Madinah Tun-Nabi, Madinah Tun-Nabi,
The city of the prophet is like home to me.
I’ll travel through the world but I doubt that I will see
A city with such wonder as Madinah…

Categories: religion

Road to Makkah

August 5, 2008 · 3 Comments

Rabu, 23 Juli 2008

Jam 11 kami sekeluarga sudah berkumpul di airport hotel Soekarno – Hatta karena menurut jadwal, pesawat akan take off menuju Jeddah pukul 13.20. Ternyata sampai jam 13.10 masih belum ada tanda – tanda pesawat bakal berangkat. Akhirnya ada pengumuman kalau ada delay sehingga take off jadi pukul 15.45. Hmm…jadi menunggu di lounge aja sambil baca – baca buku tentang Makkah, hehe, masih awam soalnya.

Sudah hampir jam 4 ternyata ada pengumuman lagi kalau pesawatnya ada masalah, lagi diperbaiki dan belum selesai, jadi harus menunggu lagi. Kabarnya bakal take off pukul 22.00. Sabar… =D . Baca buku lagi aja deh..

Akhirnya, jam 10 malam pesawat benar – benar take off! Alhamdulillah.. Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam – an, dan aku tidurrr.. =P . Miqot dilakukan di pesawat di atas Yalamlam karena nanti setelah ke Jeddah, langsung ke Makkah. Sampai di Jeddah jam setengah 4 subuh (perbedaan waktu 4 jam), cuacanya hangat, enak.. hohoho… Saat diperiksa imigrasi, ada petugas yang menyapa, “Haba Haba…”. Aku bingung, apa artinya Haba Haba ya?? Tapi papa ku jawab, “Baik..”. Hoo.. kata ade ku, maksudnya petugas itu nanya, ‘apa kabar’ gitu, tapi mungkin lain pronounciation-nya, ehehehe…

Kamis, 24 Juli 2008

Depan Grand Zam - Zam

Depan Grand Zam - Zam

Bersama rombongan setelah subuh kami menuju ke Makkah. Disana menginap di hotel Grand Zam – Zam, yang letaknya di depan pintu gerbang King Abdul Aziz Gate. Abis sarapan, kami semua melaksanakan umroh. Keluar pintu hotel langsung masuk ke gate Masjidil Haram, dan langsung terlihat Ka’bah di depan. Subhanallah.. that was my first time, actually… Merasakan Multazam, melihat Hajar Aswad, dan memandangi Ka’bah.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pada setiap hari, Allah SWT menurunkan 120 rahmat di sekitar Baitullah ini. 60 untuk orang – orang yang bertawaf, 40 untuk orang – orang yang sholat dan 20 untuk orang – orang yang memandangi Baitullah.” (HR Ibnu Abbas)

Alhamdulillah… walaupun cuaca-nya panas, siang hari 43 derajat, tetapi angin-nya kencang euy jadi gak gerah dan tetap kering. Oia, lalu kami lunch and dinner juga di hotel itu yang makanan-nya… Masya Allah… fffhhh,,,, banyak buanget pilihannya, ampir sebagian besar aku kagak pernah tau itu makanan apa. Buah – buahannya juga melimpah.. Subhanallah, di kota Makkah yang ‘hanya’ gurun padang pasir gitu tapi menghasilkan buah – buahan yang bermacam – macam dan segar – segar!

Di depan Masjidil Haram saat subuh

Di depan Masjidil Haram saat subuh

Di masjidil Haram juga puas – puasin deh minum air zam – zam sebanyak – banyaknya. Hmm…suegerr.. Tersebar dimana – mana buat tempat ngambilnya. Coba deh pikir : sumur zam – zam yang muncul dari zaman Nabi Ibrahim as, saat tiba – tiba Nabi Ismail as kecil menghentak – hentakkan kakinya setelah Siti Hajar berlari – lari dari bukit Shafa – Marwah …sampai sekarang GAK habis – habis. Padahal di sekitar Makkah itu benar – benar kering, tandus, gurun doang dan gak ada mata air lain selain itu! Subhanallah… memang zam – zam salah satu bukti kekuasaan Allah.

Ada cerita menarik juga… tiap tahun kan pasti jama’ah haji banyak banget kan, jutaan orang tumplek blek di Makkah, mereka juga membawa pulang masing – masing setidaknya dapat 10 liter zam – zam. Belum ada tuh cerita yang menyebutkan ada jama’ah yang gak kebagian air zam – zam. Dan juga, dari segitu banyak air zam – zam yang keluar… saat para jama’ah haji pulang kembali ke tanah air masing – masing, belum ada juga tuh cerita kalau Makkah kebanjiran air zam – zam karena produksinya kelebihan. Jadi, kesimpulannya : sumur zam – zam menghasilkan air zam – zam yang banyaknya sesuai dengan banyaknya orang yang datang ke kota Haram. Subhanallah….


Jumat, 25 Juli 2008

Jadwal hari ini adalah ziarah ke tempat – tempat bersejarah di kota Makkah. Pertama ke Jabal Nur, dimana terdapat Gua Hira yang merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama yaitu QS. Al Alaq ayat 1-5. Tapi kami tidak naik ke atas, soalnya lumayan jauh bo’ nanjaknya.

Setelah itu mengunjungi lokasi Padang Arafah yang tiap tahun digunakan sebagai puncak dari haji, yaitu wukuf pada 9 Dzulhijah. Luas padang Arafah ini 3,5 km x 3,5 km. Wow, luas sekali ya dan tiap tahun selalu sangat crowded saat haji! Dari sana kita beranjak ke Jabal Rahmah, yang artinya ‘bukit kasih sayang’. Tempat itu konon merupakan tempat bertemunya Nabi Adam as dan Siti Hawa di dunia setelah ‘diusir’ dari surga dan berpisah selama 200 tahun. Heuu…. Konon, Nabi Adam as diturunkan di India sementara Siti Hawa di Iraq, keduanya saling mencari dan bertemu di Jabal Rahmah.

Lokasi Jabal Rahmah di luar tanah Haram…dan aku pribadi merasakan perbedaan yang jauh dengan saat di Makkah. Beda deh, suasana dan kondisi-nya itu jauh lebih enak di tanah Haram (ya iya lah..). Eh, terus disana aku mencoba naik UNTA alias Jamal loh!! =D . Aku milih unta yang hiasannya PINK. Pertama kali agak takut sih saat naik, tapi waahh…ternyata ASIK, tinggi pas unta-nya berdiri!

Nyo naik onta

Nyo naik onta

Perjalanan dilajutkan ke Muzdalifah lalu ke Mina, melihat tempat lempar jumroh. Wa, sekarang tempat tiang melepar jumroh-nya dibangun kayak gedung gitu berlantai tiga, tapi masih belum selesai. Semoga dengan ditambahnya tingkat, jadi mengurangi risiko berdesakan antar jama’ah. Lalu, kami ke Ji’ronah untuk miqot umroh lagi. Masjid disana lumayan nyaman, walaupun diluar terik tetapi dalamnya sejuk. Selesai ihrom, bus melaju ke Makkah untuk kembali umroh. Oia, karena hari Jumat, di masjidil Haram super ramai berhubung kalau di Arab ‘kan hari liburnya hari Jumat… Suhu siang hari mencapai 46 derajat celcius lho. Tapi Alhamdulillah kebagian umroh pas ashar, jadi adem…

Sabtu, 26 Juli 2008

Menikmati berada di kota Makkah.. – acara bebas   :-)

Categories: religion