Time To Grow..

Entries from March 2007

Selamat Jalan, Chrisye…

March 31, 2007 · 2 Comments

Tadi siang mama SMS (setelah ujian SisKom yang menguji kesabaran dan akhirnya minta ’petuah’ mama untuk menenangkan, hehe…) katanya Chrisye meninggalAku baca SMS sambil nyetir mau les ke Elfa’s… Eh, benar kan SMS nya?? Aku baca lagi dan memang benar! Innalillahi wa’inna illaihi rojiuun.. Sang legendaris itu telah tiada. Entah kenapa, bukan saudara, bukan pacar, bukan teman tapi kok jadi meleleh air matanya (maklum, cengeng sih..). Huhuhuhuuu….  

chrisyePapaku lain lagi ceritanya… Papaku itu merupakan FANS BERAT Chrisye…!!! Rasanya semua album punya dan hafal, diputer berkali-kali sampai kita semua bosan, dan memutar rekaman video konser-konser Chrisye juga berulang-ulang. Jadi mau gak mau, aku juga ikut nge-FANS akhirnya, apalagi adeku yang suka banget lagu-lagu Chrisye (selera dia oldies-aneh).   Nah, tadi pagi tiba-tiba kata mama, si papa ngomongin Chrisye…terus! Gak tau kenapa…bawa berapa kaset-kaset Chrisye untuk didengar di mobil pas berangkat kantor, tiba-tiba kangen aja dengar lagu-lagunya. Saat nyetir, mengganti ke radio dan PAS BANGET! Beritanya tentang Chrisye meninggal… Huix, papaku langsung kaget dan terharu… =’(

 

Sedih…Aku jadi ingat, papaku pernah bilang dari dulu mau nonton Konser Chrisye gak bisa-bisa!! Adaaaa…. aja kegiatan yang bentrok. Yang aku ingat pas konser Chrisye ’Badai Pasti Berlalu’, yang di JCC, papaku lagi mau naik haji jadi sedang berada di asrama haji (weks…) jadi aku rekamin deh konsernya. Terus satu lagi yang buat aku GAK ENAK… Pas konser Chrisye yang ’DEKADE’ papaku gak jadi nonton juga! Gara-gara aku ’paksa’ mengantar aku ke Lembang buat ikut Astro Camp di Bosscha (dasar astronomi freak dulu). Kata papa, ”Mudah-mudahan bisa nonton konser Chrisye sebelum dia meninggal.” Yaaah… tapi ternyata tidak diizinkan! Sampai sekarang papaku belum kesampaian. Maaf ya, Pa…  

Kadang aku jadi mikir.. Bisa yah gitu, saat seseorang meninggal, misalnya Chrisye- semua orang Indonesia walaupun yang gak kenal ada rasa kehilangan, setidaknya yang pernah mendengar lagunya. Lagu-lagu Chrisye masih akan terngiang dan melegenda, kisahnya akan terus dikenang, suara khasnya gak ada yang nyamain, dan kesan baik akan terus teringat.  

Walaupun orangnya sudah tidak ada di dunia tapi akan terus me’legenda’ dan dikenang dengan baik. Bagaimana caranya?? Karena seseorang itu telah ’berbuat dan menghasilkan sesuatu’…  Bagaimana dengan kita nantinya?? Fffffhhh… jadi merinding. 

Baca juga di artikel KOMPAS nih :

Chrisye: “Saya Akan Meninggal Hari Jumat” Laporan Wartawan KCM Eko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KCM – Tangis dan doa mengiringi pemakaman jenazah artis musik legendaris Chrisye di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (30/3), mulai pukul 13.15 WIB. Pemakaman di bawah guyuran hujan itu dihadiri oleh anggota keluarga, kerabat, teman, dan kenalan sang mendiang. Tampak hadir di TPU tersebut antara lain Idris Sardi, Titiek Puspa, dan Tukul Arwana.

Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir itu, jenazah Chrisye dishalatkan di kediamannya di Jalan Asem II No 80, Cipete, Jakarta Selatan. Eros Djarot, Erwin Gutawa, Rano Karno, Andre Hehanussa, Franky Sahilatua, Mien Uno, dan anggota DPR Ferry Mursyidan Baldan terlihat datang melayat.   Dari rumah duka, jenazah Chrisye lalu diantar ke Masjid Al-Mukaromah, tempat ia biasa melakukan shalat Jumat di dekat rumahnya. Di masjid tersebut diadakan shalat jenazah dan doa bersama, yang dipimpin oleh H Antung Abdullah, salah satu tokoh masjid itu.
Antung bercerita, salah satu anggota keluarga Chrisye mengatakan kepadanya, menjelang akhir hayatnya Chrisye sempat menyampaikan pesan bahwa ia akan meninggal pada hari Jumat dan ingin dishalatkan di masjid tersebut. “Itu pesan beliau yang disampaikan oleh pihak keluarga Chrisye kepada saya. Jarang sekali orang bisa mengetahui kapan waktu kematiannya,” tuturnya. Chrisye mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (30/3), pukul 04.08 WIB, di rumahnya, setelah beberapa tahun menderita penyakit kanker paru-paru. Kisah Antung lagi, ia kerap melihat Chrisye melakukan shalat di Masjid Al-Mukaromah di bagian yang sama dari masjid tersebut, yaitu di bagian kanan belakang.Ketika jenazah Chrisye dalam perjalanan menuju TPU Jeruk Purut, tampak para warga berderet-deret di tepi jalan-jalan yang dilewati, la yaknya mereka tengah memberi penghormatan terakhir kepada sang legenda.

Erwin Gutawa: Chrisye Ingin Bikin Album Shalawat Laporan Wartawan KCM Eko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KCM – Salah satu keinginan kuat (mendiang) Chrisye semasa hidupnya sebagai artis musik adalah membuat album shalawat. Sayangnya, itu tak sempat terwujud hingga ia pergi untuk selamanya pada Jumat (30/3) dalam usia 57 tahun.

Hal itu disampaikan oleh Erwin Gutawa (44), produser musik dan konser, aranjer, konduktor Erwin Gutawa Orchestra, pemusik, dan pencipta lagu yang merupakan sahabat Chrisye dalam bermusik. Menurut Erwin, yang bekerja sama dengan Chrisye untuk sejumlah album dan konser terakhir Chrisye, keinginan kuat tersebut telah diungkapkan oleh Chrisye kepadanya tiga tahun lalu.Di mata Erwin, kehadiran Chrisye merupakan sebuah keajaiban, sesuatu yang tak akan berulang. “Ia tidak tergantikan oleh siapapun,” tekan Erwin, yang datang melayat jenazah Chrisye di rumah duka. “Selama hidupnya ia mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ia sosok yang terbuka. Ia mampu bertahan, bisa berkerja sama dengan siapapun,” sambung Erwin, yang bersama Jay Subijakto telah menggarap konser-konser Chrisye Sendiri (1994), Badai Pasti Berlalu (2000), dan Dekade (2003).

(Huhuu… jadi terharu lagi. Jadi mending bikin album nasyid/shalawat kali yah kalau mau ke dunia ’industri musik’ ? ) 

Kalau dengar lagu ’Ketika Tangan dan Kaki Bersaksi’ itu diputer di TV pas tayangan tentang Chrisye in-memorian tadi, aku jadi termenung… Benar-benar menusuk ke hati. Memikirkan bagaimana nanti seseorang akan menutup akhir dari ’tugas-tugas’ di dunia..(T_______T)  Sambil menulis ini (sambil nonton konser Opick di TV), lagu ’Bila Waktu T’lah Berakhir’ mengalun. Opick mendedikasikan lagu ini untuk alm.Chrisye… hix..hix… Subhanallah… 

Bagaimana kau merasa bangga Akan dunia yang sementara

Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi Meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya Waktu terhenti tak kau sadari

Masikah ada jalan bagimu untuk kembali Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan

Semua dan segala yang ada akan

Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil Teman sejati hanyalah amal

Bila waktu telah terhenti Teman sejati tingallah sepi

Categories: daily

Sleepy Day for EL04

March 26, 2007 · 1 Comment

Hari ini lucu… pagi-pagi kuliah sepi banget, anak elektro 2004 yang kelihatan hadir di kelas hanya sedikit. Semua disebabkan karena TP (Tugas Pendahuluan) praktikum yang membuat anak-anak pada tepar semua (gak semua mungkin, sebagian besar..). Dari kemarin rush banget, cari-cari yang bisa mengerjakan, atau mengajari, atau copy paste… tapi kok merasa gak selesai-selesai karena banyak dan belum diajarin jadi gak mengerti sama sekali.  

Kalau di subjurku selain dua TP praktikum, ada UTS juga. UTS Aplikom (Aplikasi Komputer di Biomedik), yang sampai detik-detik akhir ujian aku belum belajar karena open book. Ternyata karena belum dibaca, lama dan habis waktu buat nyari-nyari jawaban di buku deh, hix…Kalu subjur lain, ada juga yang kombo…selamat yah ! 

Yah, ini baru ‘permulaan’ dan ‘pemanasan’ lah sebelum memasuki ZONA perkuliahan yang mulai ‘panas’, hehehehe….. =D  à nyengir-nyengir gak jelas 

Tadi melihat wajah anak-anak EL, terutama yang subjur selain A dan B, huix.. kelihatan banget kalau mereka telah ‘berjuang’ semalaman untuk menyelesaikan tugas-tugas. Pantesan kelas kuliah sepi karena pada gak masuk buat TIDUR… aku juga, setelah absen langsung balik ke kosan buat tidur !! Gak kuat euy..daripada pingsan, hayo.. Habis itu baru deh ujian yang sangat dingin (soalnya aku duduk tepat di bawah AC, tangannya sudah beku kedinginan). 

Banyak yang baru tidur pas subuh (beberapa anak-anak Biomedik tuh, aku sih gak..gak kuat). Tadi tuh benar-benar seperti hari tidurnya anak-anak EL 04 karena pada tepar semaleman…  

Rasanya, ini baru ‘awal dari segala macam perkuliahan… minggu ini mulai praktikum, ujian, dll. Kesananya mungkin juga harus beradaptasi lebih dengan kuliah, ffiiuuhh… (mikirnya saja sudah capek..). 

Masa sih jadi pesimis gitu? Hayo..hayo… semangat, Nyo…!! Jalanin saja semampunya… Mungkin dengan ini bisa lebih semangat untuk menghadapi hari-hari esok, hehe… 

Laa yukallifu llahu nafsan illa wus’aha…””Allah tidak akan membebani seseorang diluar kesanggupannya…”(Al-Baqarah : 286) 

Just let it flow…Insya Allah bisa terlewati juga semua… =)

Categories: daily

UTS Pertama Semester Ini!

March 24, 2007 · 2 Comments

Baruuu aja pulang ujian, yep, UTS pertama di semester ini! Innalillahi wa inna ilahi rojiuun….Semua kembali pada Allah…”Kira-kira begitulah SMS balasan dari mama kalau aku selesai ujian dan mengeluh panjaaaang banget karena gak bisa menyelesaikan sesuai harapan. Capek juga ya mama dengar keluhan-keluhanku yang ‘basi’ deh. 

Kecewa ma UTS kali ini? Hummm…iya. Sebenarnya sih gak bisa dan banyak soal yang gak diisi (sudah hilang berapa poin tuh?), huhu… tapi Alhamdulillah setidaknya ada yang diisi (cheer up dong, Nyo…). Kenapa ya tiap selesai ujian malah bukan bersyukur tapi malah kesal, BT dan kecewa? Dasar Nyo… Kayaknya karena ini nih : 

Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari-Muslim) Niatnya belum lurus, hehe… Sebenarnya gak salah kan kalau belajar diniatkan biar dapat bagus gitu? Tapi lama-lama mikir juga, kalau misalnya gak bisa mengerjakan ujian, hhh… bisa kesel banget. Apalagi kalau hasil yang didapatkan gak sesuai dengan yang kita inginkan, bisa-bisa depresi. 

Gimana ya biar gak kecewa? Niatnya harus diluruskan karena Allah, bukan sebatas duniawi saja. Soalnya memang sih kalau kita berbuat sesuatu karena dunia, mungkin kita bisa puas memperolehnya tapi setelah itu? Oia, ada cerita nih waktu aku semsester 4 kemarin (berarti setahun yang lalu ya)àSemester 4 tuh semseter aku paling S.O (Study Oriented) banget deh!! Pulang kuliah belajar, liburan belajar, terus sama sekali gak ikut konser-konser ISO atau latian PSM… dih, BT gak sih, suntuk gituh! Aku juga dulu merasa gitu, pokoknya segalanya harus perfect disiapkan, kalau belum yah gak akan berhenti untuk mengejar yang belum dilakukan. 

Capek pasti iya, tapi entah kenapa dulu jadi rada-rada freak gitu. Nah, sampai pada ujian mata kuliah tertentu aku benar-benar YAKIN kalau pasti bisa mengerjakan semua soal-soalnya karena persiapannya bisa dibilang sudah mantap poll! Ternyata…. waktu ujian akhir, soalnya itu persis sama dengan kunci dan open book. Wah, aku dengan sombongnya malah curiga, jangan-jangan ini soal-soal menjebak! Jadinya, jawaban yang ada di kunci itu malah gak disalin dan mengerjakan semua dengan asumsi saya – yang saya yakin benar. Ada juga soal yang tiba-tiba aku nge-blank, benar-benar gak bisa berkutik dan akhirnya kosong, huix… Setelah itu berakhir baru deh … Nangis-nangis! =(  Menyadari betapa BODOH nya tidak mengisi soal-soal bonus yang jawabannya persis dengan kunci dan malah berasumsi bahwa jawaban kunci salah, berprasangka buruk kalau dosennya pasti menjebak, jadi diisi sesuai asumsi sendiri. BODOH! Dasar sok tau… 

Akhir semseter pun berlalu dan hasil yang aku harapkan gak tercapai (malah turun IP-nya). Kecewa pasti ada tapi mau bagaimana lagi? Semenjak itu aku jadi tertohok juga… Seberapa gigih-pun dan sekeras apa-pun yang kita usahakan, kalau memang Allah gak/belum mengizinkan yah gak jadi. Seberapa pun kita sudah belajar gila-gilaan, kalau memang pada saat ujian ada faktor-faktor lain yang kita gak bisa prediksi yah gak bakal bisa dapat bagus. Jadi yah, pasrah aja..semoga Allah akan memberikan yang terbaik. Niatnya juga diluruskan lagi, kalau niatnya dapat bagus sih, waktu dapat jelek jadi SAKIT HATI, huhuhu…. =( 

 à Eh, ada cerita lagi nih, kemarin diceritain si Teteh….Alkisah (cie..) ada dua pemuda A dan B (aku lupa namanya siapa ya? Jadi kita pakai variabel pengganti saja). Si A adalah pemuda yang sangat getol berbibadah, penjaga masjid dan rajin banget beramal. Sedangkan si B adalah pemuda yang ibadah sih ibadah tetapi gak sebanyak dan segetol si A. Si A sangat yakin kalau dia pasti akan masuk surga dengan amal-amal yang sangat getol ia perjuangkan. Pada saat mereka meninggal, tibalah keputusannya… ternyata si A tidak masuk neraka, sedangkan si B malah masuk neraka. Si A protes, kenapa dia tidak masuk surga?  

Yang pemuda A lakukan selama ini adalah hanya karena mengharapkan surga dan ia yakin dengan amal-amal ibadahnya yang sangat banyak itu ia bisa masuk surga kelak. Ia melupakan keihklasan. Si A menganggap dengan amalam-amalan ibadahnya yang bejibun itu bisa masuk surga, padahal bukan hanya itu saja… namun, juga karena RAHMAT-NYA… Jadi inget lagu Chrisye dan Ahmad Dhani yang ini :Jika surga dan neraka tak pernah ada… masihkah kita sujud kepadanya?…” 

Wah, jadi jauh melenceng kemana-mana gini..Intinya sih, selain kita berusaha, berusaha, berusaha… semua yang diberikan karena rahmat-Nya. Bukan semata-mata karena usaha kita doang, nanti jadi sombong, hehe.. padahal kita bisa usaha ’kan juga karena rahmat-Nya. Wallahu’alam…

Categories: daily

odading…

March 22, 2007 · 5 Comments

Ass…

Hari ini gak les piano di rumah Bu Luana soalnya guruku itu lagi ada keperluan. Jadi hari ini cuma ada kuliah satu, yaitu kuliah PSD yang disiarin langsung ke 30 universitas. Hehe, asiknya jadi artis, kan disorot gituh, lumayan lah wajahnya muncul kalau datang kuliah.

Abis kuliah tiba-tiba ada responsi praktikum, hhh.. telat! Gara-gara sepanjang jalan nyanyi-nyanyi ‘Kembang Perawan’ nya Gita Gutawa terus dilanjutkan ‘Halo-Halo Bandung’ (gak nyambung!) .  Sebenarnya malas sih kalau sudah mulai praktikum-praktikum gitu, kenapa yah? Kayaknya hampir semua juga ngerasa gitu dech, atau ada yang menunggu-nunggu datangnya praktikum? Masalahnya saat praktikum rush, saat itu juga lagi penuh ujian… sudah… sudah.. nyante aj, man..

Terus dari kemarin aku lagi ‘ngidam’ ma DONAT KAMPUNG + KUE BANTAL yang biasanya beli di depan Pasar Tebet Barat kalau lagi di Jakarta. Entah kenapa, tapi aku lagi pengeeennn banget makan kue-kue itu, huix… Kemarin abis mentoring juga bela-belain ma Icha nyari-nyari tapi gak ketemu. 

Jadi inget, pertama kali aku dengar kata O-D-A-D-I-N-G  itu sekitar minggu lalu… Aku gak tau hewan apa itu? mainan apa itu? atau apalah itu? Waktu itu, Bi Juju (bibi yang bekerja di tempat keluarga papaku di Sangkuriang dan juga di kosanku) yang ngomong, cerita kalau cucunya mau beli odading. Tapi pas Bi Juju mau ngeluarin uang buat bayar odading cucunya, yang hanya Rp 500,-….tiba-tiba…..JREEBBB…….!!!

Yup, dompetnya gak ada… orang yang tadinya dibelakang Bi Juju ternyata diam-diam mengambil dompetnya dan sudah lari jauh. Padahal orang yang jualan di situ liat kejadian itu tapi yah, mau gimana lagi ya? Serba salah juga kali…. kasian, tadinya Bi Juju mau belanja malah uang yang hampir Rp 100 rb - dan baru diterima abis gajian itu – raib, beserta catatan-catatan penting dalam dompetnya.

Hmm… yang mau dikeluarin cuman Rp 500,- buat odading, eh malah Rp 100rb hilang! Namanya musibah…

 Semenjak saat itu yang aku bayangin dari odading adalah..’MAINAN anak-anak’, mungkin kayak baling-baling (bambu? - hehe, emang Doraemon…?-) atau kayak mobil-mobilan yang berbunyi ‘…dading… dading…’. Tetapi saat kemarin aku merengek-rengek ke teman-teman yang aku temui kalau aku ingin makan KUE BANTAL, dimana mencarinya??  Ternyata mereka menyebut Kue Bantal disini sebagai “ODADING“!!!

Odading?? Masa ah sama kayak kue bantal? Apa benar katanya banyak yang jual di Cisitu? Kalau iya, besok pagi mau beli ah…

Mari kita buktikan besok! =D

Categories: daily

about KeTeNanGaN..

March 21, 2007 · 2 Comments

Assalamu’alaikum…

Bismillahirohmannirrohiim…

Start a new blog!

Yup, my 1st post..

Hari ini, tgl 21 Maret, pagi kuliah sampai siang, terus les biola terus mentoring. Intinya mau cerita tentang liqo tadi, walaupun pembicaraan melenceng kemana-mana tapi asik… Dengan mba mentor yang baru, lebih serius sih tapi jadi lebih konsen. 

Salah satu yang dibahas tentang ini nih :Wahai jiwa yang tenang! Kembalillah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku” (Al- Fajr : 27-30) 

Kalimat ”wahai jiwa yang tenang” hanya muncul di Qur’an pada surat ini, menandakan ketenangan tuh salah satu ciri orang-orang yang ridha.. Terus dilanjutin deh pembahasan mengenai kalau ciri-ciri orang yang tenang itu salah satunya adalah orang yang ’hamadu’ (eh, bner gk nih? Lupa tadi..). Satu asal kata dari ’hamdalah’, ’Alhamdulillah’, artinya orang yang selalu bersyukur (he, sotoy gini, padahal gak tahu soal bahasa Arab). 

Bersyukur di saat lapang itu biasa, misalkan kita dapat nilai bagus, dapat kabar menyenangkan, dsb. Tapi jika dalam keadaan yang gak mengenakkan kita, misalnya dapat nilai jelek, uang kiriman telat, kemana-mana macet, apa masih setia dengan kata syukur??  Jika diterpa hal yang gak mengenakkan, ucapan ’innalillahi wa’inna ilaihi rojiuun’, berserah bahwa kepada Allah lah semuanya kebali- itu adalah cerminan kesabaran. Apalagi jika ada yang masih bisa bersyukur dalam setiap keadaan, itu bagus banget… huix.. 

 Jadi keinget, mengenai KETENANGAN… Look at me??!! Jauuuuhhh… dari yang namanya tenang! Aku selalu terburu-buru, rush, grasa-grusu, panikan, maunya cepet-cepet, gak sabaran, emosian… (tertunduk lesu, huh..). Padahal sifat terburu-buru itu sifatnya setan!! Tadinya kupikir, aku kan keburu-buru biar menghemat waktu, sayang masa waktu dibuang-buang. Tapi ternyata, gak harus dengan terburu-buru kan, kalau dengan cepat tapi tenang juga bisa. Waktu kan juga Allah yang ngasih, yang kita lakuin niatnya harus selalu diluruskan agar ikhlas (susah nih.. susaaaahhh…). Hmmm… I wish I could do that, can I?? 

 

Another case, aku gak sabaran… Mobil di depan rese, berhenti tiba-tiba, lambat langsung deh…’tet-toottt-teettt’…Klakson mobilku rewel! Terus meluncur dari mulut kata-kata gak jelas, ngedumel, ngomel-ngomel sendiri, keseelll, ffuuuh, padahal cuma gara-gara sepele kan… Astagfirullah.. (baru nyadar setelah dilakukan). Kenapa sih gak bisa nahaannnn emosi aja bentar?

 

Padahal kan yang dilihat saat diuji adalah reaksi PERTAMA kita. Kalau ketimpa musibah, langsung panik dan nangis-nangis abis itu baru sadar ucap Istigfar, untung masih inget walaupun di akhir-akhir gitu. Tapi yang terpenting adalah saat PERTAMA, harus langsung ‘tek’ inget istigfar, menenangkan hati, bukannya malah nangis-nangis. Huix… selama ini aku kok gak bisa-bisa ngelakuinnya ya?

 

Terus tadi kesimpulannya, ilmu yang didapat harus diamalkan sedikit-sedikit.. okay? Seperti “senyum, berpikir positif, tenang”, yang kalau gak dikasih tau dan gak diingetin selalu pasti aku akan terus-menerus membenarkan sikapku yang selalu terburu-buru, cemberut all days, dan parno sendiri.

Manusia itu kan memang sifatnya pelupa.. alpa.., asal katanya saja dari kata ’nasii’ yang berarti lupa (sok tahu lagi padahal gak ngerti bahasa Arab, nanya-nanya ke mama, hehe..). Makanya itu harus selalu diingatkan, saling mengingati gituh biar kalau lagi lupa gak melenceng jauh entah kemana. 

Semangat, Nyo… Walaupun bertahap, mudah-mudahan bisa selalu ingat kalau IT’S TIME TO GROW…!!! Things have to be better and better…. =)

Categories: Uncategorized

Hello world!

March 21, 2007 · 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized